Pencarian Pelaku Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar Terkendala, Polisi: 'Tak Ada Kamera CCTV'

Editor: Irsan Yamananda
Ilustrasi - Baliho Puan Maharani dicoret dengan tulisan 'open BO', polisi turun tangan.

Namun, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan yang berasal dari Blitar, Guntur Wahono, menganggap aksi vandalisme pada foto Puan Maharani sebagai tindakan bermuatan politis.

Guntur menduga pelaku atau otak dari tindakan itu adalah orang dari luar organisasi PDI Perjuangan yang berniat mengadu domba kader partai.

"Nampaknya ada pihak-pihak eksternal di luar intern PDI-P yang berusaha membuat persoalan di intern kader PDI-P," ujar Guntur saat dihubungi wartawan, Sabtu.

Guntur mengakui adanya perbedaan pendapat di antara kader PDI Perjuangan Jawa Timur terkait aspirasi mengusung Puan Maharani sebagai kandidat calon presiden pada Pilpres 2024 nanti.

"Di intern PDI-P dalam menentukan kandidat capres 2024 memang terpecah, ada yang menghendaki kandidat calon A dan ada yang menghendaki calon B," ujarnya.

Guntur menyayangkan persoalan ini kalau dijadikan alat untuk membenturkan sesama kader PDI Perjuangan.

Artikel lainnya terkait Puan Maharani

(Kompas/ Kontributor Blitar, Asip Agus Hasani)

Halaman
1234