Pria di Samarinda Bunuh Rekan Kerja: Sempat Beli Pisau Sebelum Jemput Korban, HP & Perhiasan Diambil

Editor: Irsan Yamananda
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Berikut deretan fakta terkait pembunuhan wanita di Samarinda, ternyata pelaku rekan kerja sendiri.

Kini, Rendi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini terancam hukuman penjara seumur hidup akibat perbuatannya.

"Pasal yang diterapkan yakni Pasal 340 KUHP dan 365 KUHP Subsider 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup," pungkas Kompol Andika Dharma Sena.

Sementara Rendi saat kembali dimintai keterangan nekat melakukan pembunuhan terhadap rekan kerjanya karena memang akan menguasai harta benda korban dan tega membunuh karena kebutuhan ekonomi.

"Saya tidak naksir korban tapi hanya karena kebutuhan ekonomi saja," sebutnya.

Juwanah diakui Rendi bekerja di perusahaan yang sama dengannya pada tahun 2018.

"Duluan saya masuk sebelum dia (Juwanah)," ucapnya.

Dia pun mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatannya.

"Saya menyesal, saya mohon maaf atas segala yang telah saya perbuat," kata Rendi.

Baca juga: Pernyataan Cinta Berujung Pembunuhan, Pria di Sidoarjo Bunuh Pujaan Hati & Ceburkan Korban ke Sumur

Pelaku Didatangi Juwanah Dua Kali Saat Tertidur

Selain dihantui rasa bersalah usai melakukan aksi keji kepada Juwanah, perempuan berparas cantik asal Muara Ancalong, Kutim, yang tak lain rekan kerjanya, pelaku juga mengungkapkan sempat dihantui korban.

Terhitung dua kali saat pelaku Rendi tengah tertidur, dia merasa Juwanah mendatanginya.

Perasaan tak biasa ini dirasakannya, lantaran meninggalkan begitu saja jasad perempuan cantik ini di kawasan Jongkang, Jalan Eks Projakal, Kelurahan Loa Lepu, Kilometer 8, Jalan Trans Samarinda-Kutai Kartanegara.

Hingga akhirnya pelaku Rendi sendiri yang menunjukkan kepada pihak kepolisian pada Jumat (24/9/2021) dini hari sekira pukul 03.00 WITA saat dia sudah tertangkap seperti dikutip dari TribunKaltim.co dengan judul TERUNGKAP Wanita di Samarinda Dibunuh Rekan Kerjanya, Pengakuan Pelaku & Polisi Beber Kronologinya.

"Pernah (merasa) didatangi dua kali dirumah saat saya tidur," ucap Rendi memberi pengakuan.

Dia juga sempat mengutarakan permohonan maaf atas perbuatan keji yang sudah dia lakukan terhadap Juwanah dihadapan awak media.

"Saya menyesal, saya sampaikan mohon maaf atas segala yang telah saya perbuat," ungkap pelaku Rendi dibalik penutup wajah berwarna hitam.

Artikel lainnya terkait pembunuhan

(TribunKaltim)