Breaking News:

Amnesti Disetujui DPR, Lalu Isnaini, Suami Baiq Nuril, Sujud Syukur, Telepon Anak di Lombok Tengah

Mendengar amnesti Baiq Nuril disetujui DPR, Lalu Isnaini, suami Baiq Nuril, tiada henti panjatkan syukur dan langsung telepon anak di Lombok Tengah.

Kompas.com/ Fitri Rachmawati
Baiq Nuril Maqnun, sangat bahagia setelah permohonan amnestinya disetujui komisi III DPR RI secara aklamasi oleh seluruh fraksi, Rabu (24/7/2019).(FITRI RACHMAWATI) 

"Saya tidak mungkin bisa melakukan ini sendiri. Semua membantu dan mendukung saya, terima kasih," kata dia.

Rafi, putra bungsunya menyusul ke Jakarta, Selasa, bersama Yan Mangandar, anggota tim kuasa hukum Nuril.

Kasus Nuril pelajaran istimewa

Widodo Dwi Putro, akademisi sekaligus orang yang berada di balik advokasi kasus Nuril, mengatakan, kasus Nuril adalah laboratorium pembelajaran istimewa bagi semua pihak untuk kerja advokasi secara gotong royong.

" Amnesti bagi Baiq Nuril tidak hanya dinikmati Nuril sendiri, melainkan juga berdampak bagi perempuan lain agar jangan takut membela diri dan mengungkap pelecehan seksual. Amnesti kepada Nuril juga menjadi refleksi ada masalah dalam UU ITE sehingga legislator dan pemerintah perlu duduk bersama untuk merevisi pasal-pasal karet yang bermasalah," kata Widodo, yang juga ketua Ahli Filsafat Hukum Indonesia (AFHI).

Amnesti bagi Nuril, lanjut dia, merupakan terobosan yang bersejarah karena untuk pertama kali pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi diberikan kepada seorang perempuan.

"Ia bukan terpidana makar, melainkan korban pelecehan yang berusaha membela diri tapi justru kemudian menjadi terpidana," kata Widodo.

Hukum, kata dia, bukan bangunan yang statis, tidak cukup hanya membaca teks, melainkan juga konteks.

Zaman sudah berubah, jika pada masa transisi politik, amnesti diberikan hanya kepada musuh-musuh politik rezim sebelumnya, pada masa demokrasi sekarang amnesti mungkin saja diberikan atas alasan pemulihan keadilan dan kemanusiaan ketika tidak ada lagi jalan merestorasi keadilan.

"Amnesti kepada Baiq Nuril memang bukan jalan sempurna, tetapi itu satu-satunya jalan yang masih tersedia demi penegakan keadilan yang lebih hakiki daripada sekadar penegakan (formalitas) hukum. 

Halaman
123
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved