Cerita Lengkap Ibu Hamil Dapat Obat Kedaluarsa dari Puskesmas, Ada Dua Versi Berbeda Soal Obat RS

Novi Sri Wahyuni ibu hamil ini malah minum obat kedaluarsa yang diberikan oleh puskesmas, akhirnya lakukan USG namun sempat tahan obat dari RS!

Cerita Lengkap Ibu Hamil Dapat Obat Kedaluarsa dari Puskesmas, Ada Dua Versi Berbeda Soal Obat RS
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Novi Sri Wahyuni, ibu hamil minum obat kedaluarsa 

Selain dua butir yang ia konsumsi, seingat Novi pada bulan sebelumnya ia juga mengonsumsi obat yang sama.

Seingatnya, sudah tiga strip vitamin B6 berisi 36 butir obat yang telah dia minum. Semua strip obat itu juga dibubuhi coretan biru.

Namun bungkusan dari obat tersebut sudah ia buang sehingga tidak ada bukti.

Fakta Pelantikan Risma Jadi Ketua DPP PDIP Kebudayaan, Momen Cium Tangan Megawati & Peluang Menteri

Dapatkan Obat Kadaluarsa dari Puskesmas, Ibu Hamil Trauma Minum Obat & Lakukan Proses Hukum

 Rezky Aditya dan Citra Kirana Makin Berani Umbar Kemesraan Lewat Sosial Media, I Miss You

 Akan Bercerai dengan Ahn Jae Hyun, Postingan Terakhir Goo Hye Sun Buat Fans Haru

Begitu pula yang disebutkan oleh Puskesmas Kelurahan Kamal Muara.

"(Dugaan 36 obat) Itu sudah kami tanyakan kepada pasien, bisa dilihatkan enggak obatnya, ternyata pasien tidak bisa menunjukkan jadi kami dan pasien sama-sama tidak tahu, menduga-duga kalau yang sebulan lalu," kata Dr. Agus Arianto Haryoso, Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan yang membawahi Puskesmas Kamal Muara

Dituduh menahan obat

Dari RS.BUN, Novi mendapatkan beberapa obat penguat rahim dari dokter. Kala itu obat itu dipegang oleh Kepala Puskesmas Kamal Muara.

Saat perjalanan pulang, kata Novi pihak puskesmas mengatakan bahwa tanggung jawab mereka cukup sampai di situ saja.

Mereka ingin agar Novi menandatangani sebuah surat perjanjian tak akan menuntut puskesmas.

Namun Novi menolak. Alhasil, obat tersebut ditahan pihak puskesmas.

Namun pihak puskesmas membantah hal tersebut. Melalui Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Dr Agus Arianto Haryoso mengatakan alasan tidak diberikannya obat tersebut karena lupa.

Joko Widodo dan Jusuf Kalla Buka Suara Soal Kerusuhan di Manokwari dan Akar Masalahnya

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved