Indonesia Memiliki Berbagai Jenis Ular, Bagaimana Cara Hidup Damai dengan Hewan Reptil Ini?

Secara total, Indonesia memiliki 349 jenis ular dan 77 di antaranya berbisa, jangan sentuh ular, cukup usir agar tak ada membahayakan masyarakat.

Indonesia Memiliki Berbagai Jenis Ular, Bagaimana Cara Hidup Damai dengan Hewan Reptil Ini?
pixabay
Ular weling 

Secara total, Indonesia memiliki 349 jenis ular dan 77 di antaranya berbisa, jangan sentuh ular, cukup usir agar tak ada membahayakan masyarakat.

TRIBUNMATARAM.COM - Seorang satpam di Gading Serpong meninggal akibat gigitan ular weling atau Bungarus candidus.

Disampaikan oleh Amir Hamidy, peneliti ular dan reptil dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI), konflik antara manusia dan Bungarus sebetulnya minim dan mayoritas bersifat accidental.

Pasalnya, ular dari marga Bungarus bersifat nocturnal atau beraktivitas pada malam hari, sedangkan manusia aktif pada siang hari.

Meski demikian, kita tidak boleh lupa bahwa Indonesia memiliki banyak sekali jenis ular lainnya yang tidak kalah berbahaya.

Malah, Amir berkata bahwa ular-ular ini sudah ada duluan sebelum kita hidup di Indonesia.

Secara total, Indonesia memiliki 349 jenis ular dan 77 di antaranya, seperti Bungarus, kobra, cabai dan tanah, adalah ular yang berbisa.

Dian Sastrowardoyo Ceritakan Soal Anaknya yang Meraung-raung di Sekolah karena Lupa Bawa Buku

ZODIAK HARI INI Ramalan Zodiak Minggu 25 Agustus 2019 Cancer Diandalkan Orang Lain, Aries Butuh Uang

 Viral Wanita di Rembang Meninggal Dalam Pelukan Kekasih, Berawal dari Niat Kembalikan Sandal

 Cerita Anak Derita Penyakit Langka Marfan Syndrom di Pati, Kerap Di-bully hingga Ingin Bunuh Diri

Dengan jumlah ular sebanyak itu, tentu manusia harus belajar untuk hidup damai dengan ular.

Dalam upaya mencapainya, Amir menekankan pentingnya keamanan diri bila melihat ular, apalagi bila ular berwarna mencolok sehingga diduga berbisa.

Hal pertama yang harus diingat adalah jangan menyentuh ular sama sekali, kecuali Anda memang ada kepentingan, seperti harus mengoleksi spesimen tersebut karena sedang melakukan riset.

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved