Breaking News:

Mengenal 13 Mobil Produksi Dalam Negeri, Mulai Dari Morina Hingga Kiat Esemka

Upaya merintis produk otomotif dalam negeri utamanya terkait mobil nasional sudah dilakukan lebih dari 43 tahun lalu, atau sejak 1976, hingga Esemka.

Editor: Asytari Fauziah
Kompas.com
Mobil esemka diluncurkan hari ini 

Mobil ini sudah digunakan oleh TNI, Polri, dan beberapa perusahaan jasa transportasi. Nasib mobil ini juga terhenti akibat krisis moneter.

7. Marlip

Mobil ini diluncurkan pada tahun 1998 dan dibuat oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Mobil yang dikembangkan LIPI ini merupakan mobil listrik dengan target kandungan lokal mencapai 70 persen.

Pengembangannya dicanangkan hingga 2010, dan sumber energinya akan disempurnakan tahun 2014.

8. Kancil

Mobil ini digarap pada tahun 1999 oleh PT Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari.

Sempat diproduksi lebih kurang 125 unit, produksi mobil Kancil ini awalnya bertujuan untuk menggantikan bajaj di Jakarta.

Kancil sendiri telah lulus uji kelayakan dari Kementerian Perhubungan.

ZODIAK HARI INI Ramalan Zodiak Sabtu 7 September 2019 Leo Beruntung, Libra Romantis, Gemini Dikritik

9. Gea

Dilansir pemberitaan Kompas.com (18/1/2010), mobil ini merupakan garapan PT Industri Kereta Api (INKA).

Mobil ini terus mengalami pengembangan, terutama menyangkut sisi teknologi.

Untuk mengejar kadar emisi gas buang minimum Euro2 di Indonesia, Gea akan menerapkan teknologi electronic fuel injection atau EFI mulai pertengahan tahun 2010.

Mesin yang digunakan Gea berkapasitas 500 cc dengan dua silinder hasil pengembangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Selain itu, memiliki kandungan lokal hingga 98 persen. Mesin juga telah mengalami uji ketahanan dan mampu beroperasi selama 100 jam non-stop.

10. Arina

Mobil ini dirintis pada tahun 2006 oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang.

Selain itu, memiliki kandungan lokal sedikitnya 90 persen dan mulai diperkenalkan secara luas pada 2010 lalu.

11. Tawon

Dirilis pada tahun 2007 oleh PT Super Gasindo Jaya (GIJ). Kandungan lokalnya juga 90 persen, sama dengan Arina.

Menurut rencana, mobil ini akan diproduksi tahun 2011 silam. Namun, hingga saat ini tidak pernah terdengar kabarnya lagi.

12 Esemka Digdaya

Mobil ini diproduksi pada tahun 2009 oleh SMK N 1 Singosari dan menggunakan 60 persen komponen lokal.

Dilansir Kompas.com (29/10/2018), mesin mobil ini adalah 2.000 cc atau memiliki tenaga 134 tk pada 4.000 rpm dan torsi puncak 300 Nm pada 2.000 rpm yang dikirim via transmisi manual lima percepatan.

13. Kiat Esemka

Mobil ini awalnya dibuat oleh SMK N 2 Surakarta dan SMK Warga Solo dengan memiliki kandungan lokal 80 persen.

Sudah sempat digunakan menjadi mobil dinas Joko Widodo saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. (Kompas.com/Dandy Bayu Bramasta/Sari Hardiyanto)

Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/07/055000765/mengenal-13-mobil-produksi-dalam-negeri-yang-gagal-berkibar-?page=all

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal 13 Mobil Produksi Dalam Negeri yang Gagal "Berkibar""

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved