Breaking News:

Calon Ibu Kota Baru Terdampak Kabut Asap, Begini Tanggapan Gubernur Kaltim

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Timur belum bisa teratasi hingga saat ini. Titik api masih menyebar di semua kabupaten.

Editor: Asytari Fauziah
KOMPAS.COM/IDON
Kabut asap makin pekat di Pekanbaru, Riau, dengan jarang pandang sekitar 300 meter, Jumat (13/9/2019). 

TRIBUNMATARAM.COM Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Timur belum bisa teratasi hingga saat ini. Titik api masih menyebar di semua kabupaten dan kota.

Dua kabupaten yang digadang-gadang sebagai lokasi pemindahan ibu kota negara pun terdampak api, yakni Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor memerintahkan tim gabungan dari dinas terkait dibantu TNI/Polri berusaha memadamkan api di beberapa lokasi.

“Hingga kini tim sedang melakukan pemadaman dan menghalau api biar tidak meluas,” ungkap Isran di Kantor Gubernur Kaltim Samarinda, Senin (16/9/2019).

81 Penerbangan Lion Air Group Terganggung Bahkan Dibatalkan karena Kabut Asap

Berdasarkan laporan yang ia terima, kata Isran, titik api di Kaltim tidak sebanyak di provinsi lain di Pulau Kalimantan seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat ataupun Kalimantan Selatan.

Sehingga dampak kabut asap yang ditimbulkan pun belum menunjukkan memburuk atau masih kategori aman.

“Justru lebih banyak kita menerima kiriman asap. Di beberapa kabupaten yang katanya asap menebal mulai menurun.

Kemudian, di beberapa daerah justru tidak terlalu tebal,” jelas Isran.

Tebalnya kabut asap di Kaltim dipicu arah angin dari tenggara dan barat daya menuju Kaltim.

Gubernur Kaltim Isran Noor saat diwawancara awak media di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada usai launching beasiswa Kaltim tuntas, Senin (16/9/2019).
Gubernur Kaltim Isran Noor saat diwawancara awak media di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada usai launching beasiswa Kaltim tuntas, Senin (16/9/2019). (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)

Saat ini Isran masih menunggu laporan perkembangan penanganan di lapangan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved