Breaking News:

Pengumuman Kabinet Kerja Jilid II

Sempat Membuat Penasaran, Jokowi Ungkap Alasan Masuknya Prabowo Hingga Nadiem Makarim

Berikut jawaban Jokowi terkait alasannya memilih sejumlah menteri, dari masuknya sang rival Prabowo Subianto sampai Pendiri Gojek Nadiem Makarim.

Editor: Asytari Fauziah
TribunMataram Kolase/ (KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Bos Gojek Nadiem Makarim datang ke Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) dengan mengenakan baju putih lengan panjang. 

"Jaksa Agung kita melihat juga pertama memang dibutuhkan orang dari internal biar juga bisa memahami hal-hal yang ada di internal Jaksa Agung," kata Jokowi.

Jokowi juga mengaku memilih ST Burhanuddin karena visinya yang lebih mengutamakan pencegahan korupsi.

Miliki Tangan Dingin di Dunia Pertelevisian, Mengapa Jokowi Jadikan Wishnutama Menteri Pariwisata?

Ia membantah memilih Burhanuddin karena ia merupakan adik politisi PDI-P TB Hasanuddin.

"Saya kira itu yang membuat saya sangat tertarik. Bahwa seseorang saudaranya di partai saya kira tidak boleh melihat itu," kata Jokowi.

Ia pun menjamin Burhanuddin profesional dalam menjalankan tugas menegakkan hukum di Korps Adhyaksa.

5. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
Menteri Kesehatan, Terawan sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.
Menteri Kesehatan, Terawan sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Menurut Jokowi, sosok Terawan memenuhi kriteria sebagai Menteri Kesehatan, yaitu berpengalaman dalam manajemen anggaran dan personalia di sebuah lembaga.

"Saya lihat dokter Terawan dalam mengelola RSPAD memiliki kemampuan itu. Beliau juga ketua dokter militer dunia.

Artinya pengalaman track record tidak diragukan," kata Jokowi.

Selain berpengalaman dalam manajemen, Terawan juga dinilai mampu menangani bencana endemik.

Jokowi Cuek IDI Tolak Terawan Jadi Menteri Kesehatan, Tegaskan Alasan Pilih Sang Dokter Cuci Otak

Hal ini menjadi pertimbangan karena wilayah Indonesia yang rawan bencana juga tak terlepas dari ancaman penyakit endemik.

Menurut Jokowi, Terawan juga memiliki orientasi preventif atau pencegahan.

"Itu yang dititikberatkan. Artinya berkaitan dengan pola hidup sehat, pola makan sehat, bukan titik berat pada mengurusi yang sakit. Jadi membuat rakyat kita sehat," ujar dia. 

6. Menkumham Yasonna Laoly

Jokowi menyebut penugasan kembali Yasonna pada periode keduanya justru salah satunya untuk memperbaiki RUU yang dianggap bermasalah pada periode pertama lalu.

Sebelumnya, Jokowi memang sempat memutuskan menunda pengesahan empat RUU yang sudah dibahas pemerintah dan DPR karena protes masyarakat.

Keempat RUU itu ialah RUU KUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, dan RUU Minerba.

Jokowi juga mempertimbangkan mencabut Undang-Undang KPK yang telah direvisi lewat peraturan pemerintah pengganti undang-undang.

"Saya sudah tahu pak menteri ini lama, secara pribadi. Saya sampaikan dan saya tugasi untuk memperbaiki, mengoreksi apa-apa yang memang perlu diperbaiki," kata Jokowi.

KPK Ungkap Beberapa Calon Menteri Jokowi Pernah Diperiksa, Ada 4 Orang!

Selain itu, Jokowi menyebut Yasonna sebagai Menkumham juga ke depan mempunyai tugas besar untuk menyusun UU Omnibus Law yang bisa menjadi solusi tumpang tindihnya peraturan.

"Itu pekerjaan besar. Bagaimana 74 UU bisa direvisi sekaligus sehingga bisa memperbaiki pelayanan-pekayanan publik yang ada, pelayanan-pelayanan pada dunia usaha yang ada sehingga betu betul tercipta lapangan kerja itu kongkrit dan bisa kita lakukan," kata Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi berharap Yasonna terus melanjutkan perbaikan tata kelola lembaga pemasyarakatan.

7. Mendikbud Nadiem Makarim

Jokowi menjawab pertanyaan banyak pihak yang tak menyangka Nadiem sebagai pendiri perusahaan startup Gojek akan menjadi Mendikbud.

Jokowi menilai, latar belakang Nadiem yang mendirikan perusahaan berbasis teknologi inovasi seperti Gojek justru menjadi modal tersendiri.

Nadiem Makarim Pilih Jadi Menterinya Jokowi, Ini Beda Gaji CEO Gojek VS Mendikbud, Selisih Jauh?

Ia meyakini sosok Nadiem bisa menggunakan keahliannya di bidang teknologi untuk menerapkan standar pendidikan yang sama bagi 300.000 sekolah dengan 50 juta pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi, yang namanya aplikasi sistem yang bisa membuat loncatan sehingga yang dulu dirasa tidak mungkin sekarang mungkin," kata Jokowi.

"Oleh sebab itu, dipilih Mas Nadiem Makarim," kata dia lagi. 

Jokowi juga mengatakan bahwa Nadiem telah bercerita banyak hal kepadanya tentang apa-apa saja yang dikerjakan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

"Ada peluang besar, ada terobosan besar untuk melakukan itu. Itu kira-kira kurang lebihnya," ucap Jokowi. (Kompas.com/Ihsanuddin/Icha Rastika)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Menjawab soal Kabinet: Alasan Masuknya Prabowo, Terawan, hingga Nadiem Makarim"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved