Sebelum Meninggal di Goa Lele, Mahasiswa Uniska Sempat Buat Puisi yang Buat Dosen Bergetar
Pekan lalu, Alief juga tak absen dari sebuah diskusi sastra pun dengan sikap kritisnya itu. Ia juga dikenal rajin.
Alief bersama 15 rekannya melakukan kegiatan susur goa pada Minggu (22/12/2019).
Rombongan tersebut terdiri dari 9 orang Mahasiswa Unsika dan 6 orang Mahasiswa Polibisnis Purwakarta.
Mapalaska, mendapat permintaan dari mahasiswa Polibisnis Purwakarta untuk sharing soal susur gua.
Mereka tak menyangka cuaca berubah drastis dalam waktu kurang dari satu jam.
Setelah tim setengah jam di dalam gua, tiba-tiba hujan turun lebat. Saat itu menjukkan waktu pukul 14.30 WIB.
Ketua Adat Mapalaska, Wido Arya Ritaldi mengatakan, begitu hujan turun, tiga orang yang bertugas di mulut gua, sempat memberikan informasi kepada tim yang bertugas di dekat mulut gua.
Tiga orang yang berjaga kemudian meneruskan informasi perubahan cuaca kepada lima orang yang sedang eksplor di dalam.
"Akhirnya tim eksplore segera menarik diri untuk kembali," kata Wido.
Wido mengatakan, 5 orang tersebut mencoba bergerak dengan cepat.
Namun, saat kedalaman 30 meter di bawah tanah, air tiba- tiba masuk ke dalam gua.
Saat itu, air tiba- tiba muncul dari semua celah dan lubang gua. Mereka pun terhadang banjir bandang yang muncul dari segala arah.
"Sekitar 30 menit setelah banjir mulai surut, baru korban ditemukan sama rekan-rekan yang selamat," ungkapnya.
Begitu penggalan puisi berjudul "Bunga" karya Alief Rindu Arrafa, Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Singaperbangsa Karawang (Mapalaska) yang wafat akibat terjebak di Goa Lele, Kampung Tanah Bereum, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.(Kompas.com/Kontributor Karawang, Farida Farhan/Khairina)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahasiswa Unsika yang Tewas Terjebak di Goa Lele Karawang Tulis Puisi, Isinya Buat Sang Dosen Tergetar"

Kronologi Evakuasi Mahasiswa Uniska Terjebak di Goa Lele Saat Hujan Deras, 3 Orang Meninggal Dunia