Temuan Sel Mewah Koruptor Setya Novanto di Sukamiskin, Ditjen PAS : Kamar Besar Bekas Musala

Sel terpidana korupsi Setya Novanto dinilai lebih besar dari narapidana lainnya, Ditjen PAS ungkap fakta jika sel tersebut bekas musala.

Temuan Sel Mewah Koruptor Setya Novanto di Sukamiskin, Ditjen PAS : Kamar Besar Bekas Musala
Twitter
Setya Novanto 

TRIBUNMATARAM.COM - Sel terpidana korupsi Setya Novanto dinilai lebih besar dari narapidana lainnya, Ditjen PAS ungkap fakta jika sel tersebut bekas musala.

Temuan sel mewah Setya Novanto di Lapas Sukamiskin mencuri perhatian.

Pasalnya, sel Setya Novanto, Nazarudin, dan Djoko Susilo tampak berbeda dengan sel terpidana kasus korupsi lainnya.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) mengakui sel terpidana korupsi e-KTP Setya Novanto lebih besar dari sel narapidana lainnya di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Sebulan Menghuni Rutan Gunung Sindur, setnov kembali ke Lapas Sukamiskin(KOMPAS.com/AGIE PERMADI)
Sebulan Menghuni Rutan Gunung Sindur, setnov kembali ke Lapas Sukamiskin(KOMPAS.com/AGIE PERMADI) ()

Hal itu disampaikan Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Ade Kusmanto menyikapi temuan Ombudsman ihwal sel mewah Novanto yang tak sesuai standar peraturan perundang-undangan.

Akhir Pelarian Dandi Piro Anggono, 3 Tahun Buron Jadi Tersangka Korupsi 18 M, Ganti Nama & Jadi Ojol

Ade mengatakan Lapas Sukamiskin mempunyai tiga kamar berukuran besar yang kini dihuni Novanto, terpidana korupsi Wisma Atlet Hambalang Nazaruddin, dan terpidana korupsi simulator SIM Djoko Susilo.

"Tiga kamar besar tersebut yang sudah ada diperkirakan 12 tahun yang lalu yang sebelumnya berfungsi sebagai ruang pengamanan blok dan musala," kata Ade melalui keterangan tertulis, Selasa (24/12/2019).

Lapas sukamiskin memiliki 557 unit kamar terdiri dari tiga tipe. Kamar kecil ukuran 2,48 x 1,58 meter persegi sebanyak 476 kamar.

Sedangkan tipe kamar sedang berukuran 2,48 x 3,3 meter persegi sebanyak 78 kamar.

Adapun kamar besar ukuran 2,48 x 7 meter persegi sebanyak tiga kamar.

Halaman
12
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved