Kisah Dimas, Siswa SMP yang Datang ke Sekolah Sendirian Demi Belajar karena Tak Memiliki Handphone

Dimas menjadi satu-satunya murid yang masuk sekolah lantaran orang tuanya tak mampu membeli handphone sebagai akses belajar daring.

Editor: Asytari Fauziah
DOKUMEN SMPN I REMBANG via Kompas.com
Dimas Ibnu Alias, siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Rembang, Jawa Tengah saat masuk sekolah, Kamis (23/7/2020). 

"Kami memaklumi. Mungkin beras jauh lebih dibutuhkan keluarga Dimas ketimbang membeli handphone hingga kuota. Dimas berangkat sekolah jam tujuh pagi.

Ada tiga mata pelajaran dalam sehari dengan guru yang berbeda. Sementara hanya Dimas, untuk siswa-siswi lainnya belajar online," ungkap Isti saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Jumat (24/7/2020).

Dijelaskan Isti, meskipun hanya Dimas yang mengikuti pembelajaran di kelas, tapi proses belajar mengajar dengan tatap muka tersebut tetap diwajibkan mengikuti protokol kesehatan terkait Covid-19.

"Pastinya kegiatan belajar mengajar tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19," kata Isti.

Sudah Daftar 8 Sekolah, Ratusan Siswa Berprestasi Terancam Putus Sekolah karena Gagal PPDB

Menurut Isti, pihaknya akan berupaya mengajukan usulan bantuan beasiswa untuk Dimas kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang.

"Kami akan koordinasikan terkait nasib Dimas ini dengan Dinas Pendidikan," sebut Isti.

Protes Orangtua yang Anaknya Gagal Masuk Sekolah Negeri 'Makan Aja Susah, Mana Ada Bayar Swasta'

Protes para orangtua wali murid yang anaknya gagal masuk sekolah negeri karena peraturan baru.

Sistem PPBB baru yang dicanangkan pemerintah tampaknya justru menyulitkan para orangtua.

Tka sedikit, masyarakat kelas menengah ke bawah yang mengaku keberatan dengan sistem PPDB yang sekarang.

Mobil Kepala Dinas Pendidikan Padang, Sumatera Barat, Habibul Fuadi dicegat oleh wali murid yang mayoritas merupakan ibu-ibu di Kantor DPRD Padang, Selasa (7/7/2020).

 POPULER Curhatan Ibu Anaknya Jadi Korban Kecurangan PPDB Zonasi, Depresi & Sering Tertawa Sendiri

 Ikut Terdampak PPDB Zonasi, Ibu Beberkan Kondisi Anaknya: Kadang Tertawa Sendiri, Tidak Mau Makan

Pencegatan mobil kepala dinas itu dipicu lantaran mereka tak terima anaknya tidak lolos dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah menengah pertama (SMP) negeri di wilayah itu.

"Agiah (beri) jawaban, Pak Kadis," teriak para ibu.

Ratusan orangtua geruduk DPRD Padang

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved