Berita Terpopuler
POPULER Dilaporkan Kecelakaan, Karyawati SPBU yang Tewas Tergeletak di Tepi Jalan Ternyata Dibunuh
Wanita yang bekerja sebagai karyawati SPBU di Kupang ini ditemukan tergeletak di pinggir jalan, Senin (26/10/2020).
Dalam bisnis ini Husna kerap tampak dibantu sang kekasih untuk promosi.
4. Kenal dengan keluarga korban
Hubungan spesial Ridhoyatul Khaer pelaku pembunuhan Asmaul Husna mahasiswi jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Alauddin Makassar ternyata sudah diketahui keluarga kedua belah pihak.
Asmara sepasang sejoli yang sudah di semester akhir kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar juga sudah diketahui keluarga di kampung.
Ridho sapaan pelaku ditangkap saat berada di lokasi penemuan mayat Asmaul Husna, Sabtu kemarin.
Lalu apa yang membuat Ridho hadir di lokasi penemuan mayat kekasihnya itu?
Padahal, ia yang melakukan pembunuhan sadis tersebut.
Fakta lain terungkap.
Ternyata Ridhoyatul Khaer dan keluarga Asmaul Husna sudah akrab.
Seorang personel Polsek Manggala berpakaian preman ditemui Minggu (15/12/2019) siang, menuturkan, Ridho hadir atas permintaan pihak keluarga korban (Asmaul Husna).
"Jadi ceritanya itu kenapa dia (Ridho) hadir di TKP, karena ada keluarganya ini si korban (Asmaul Husna) menelpon ke dia (Ridho), bilang kesana saiko nak, lihati adekmu, ada penemuan mayat di Antang, jadi kesanami," ujarnya yang enggan menyebut nama.
Dari pengakuan polisi kelahiran 74 itu, Ridho diketahui telah dikenal oleh keluarga Husna.
5. Belum Setahun punya hubungan dengan korban
Kanit Reskrim Polsek Manggala Iptu Syamsuddin menuturkan, Ridho dan Husna sapaan Asmaul Husna menjalin hubungan dekat pada Maret 2019.
"Kalau pengakuan pelaku (Ridho) dia bilang mulai menjalin hubungan dekat bulan tiga tahun ini kalau tidak salah. Dia (Ridho) tidak bilang pacaran, pengakuannya hubungan dekat," kata Syamsuddin.
6. Pengakuan Pelaku soal kronologi kejadian
Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi pada, Jumat (13/12) sore. Saat itu, Asmaul Husna berada di kamarnya bersama sepupunya Miftahul.
“Saya sudah janjian dengan Asma. Katanya ada yang mau dibicarakan mengenai kehamilannya.
Tapi di kamar ada Miftahul, sepupunya. Makanya saya tunggu sampai Miftahul keluar dari kamar,” kata Rido, panggilan akrab Ridhoyatul Khaer.
Saat Miftahul keluar dari kamar, Rido langsung masuk kamar dan bertemu Asma.
"Awalnya saya bicara baik-baik dulu. Saya tanya, sudah berapa bulan kehamilannya. Dia jawab sudah empat bulan," kata Rido.
Pertengkaran keduanya dipicu saat Asma ingin menyampaikan hal itu kepada orangtuanya. Namun Rido mencegahnya.
“Dia ambil HP dan langsung mau telpon orangtuanya. Saya cegah dengan mencoba merebut HP nya.
Saya kasih tahu dia, kalau tanya sekarang, ada dua kemungkinan, saya yang mati atau kau yang mati,” kata Rido menirukan percakapan keduanya di dalam kamar.
• Pacar Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dekat dengan Keluarga Korban, Bunuh karena Asmaul Husna Hamil
Namun Asma rupanya sudah bertekad bulat. Ia balik menantang Rido untuk membunuhnya daripada menanggung malu.
Rido langsung emosi. Ia mengambil bantal dan menindih wajah kekasihnya itu selama kurang lebih 15 menit lamanya.
Saat itu, menurut Rido, Asma masih terlihat bergerak. Namun pelan. Kemungkinan, Asthma sudah sakaratul maut karena kehabisan oksigen.
Dalam keadaan panik, Rido masuk ke dapur mengambil pisau untuk mengiris leher korban
(Kompas.com /Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dikira Tewas karena Kecelakaan, Karyawati SPBU Ternyata Didorong dari Sepeda Motor oleh Pacar" dan di Tribunstyle.com dengan judul POPULER - Babak Baru Kasus Pembunuhan Asmaul Husna, Pelaku Akui Panik, Tega Lakukan Penyayatan.