Breaking News:

Petaka Dendam Masalah Warisan & Dituding Menyantet, Petani Tewas Ditebas Parang saat Berkebun

Nahas dialami oleh seorang petani asal Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT berinisial FR (60).

KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO
Ilustrasi 

TRIBUNMATARAM.COM - Nahas dialami oleh seorang petani asal Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT berinisial FR (60).

Ia tewas di tangan UU (49) karena dendam masalah warisan dan tudingan menyantet.

Hari itu, Jumat (6/11/2020), FR tengah berada di kebunnya ketika UU datang dan menyapanya.

Siapa sangka, setelah menyapa korban, tanpa basa-basi, UU langsung berlari mengejar FR sembari melayangkan parang.

Baca juga: Digugat Anak Gegara Masalah Warisan, Praya: Saya Capek Jadi Ibu, Dia Harus Bayar Air Susu Saya

Baca juga: POPULER Terjadi Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung karena Masalah Warisan Peninggalan Almarhum Bapak

Sayangnya, usia renta membuat korban jatuh di tanah dan langsung menjadi bulan-bulanan pelaku.

Ilustrasi bawa parang
Ilustrasi bawa parang (Regional Kompas.com)

Dua kali UU melayangkan parang ke arah tubuh FR hingga meninggal di tempat.

"Tidak lama mengejar, korban terjatuh di tanah. Pelaku langsung mengayunkan parangnya satu kali dan mengenai kepala korban. Ia mengayunkan lagi parangnya satu kali lagi ke arah leher sehingga leher korban putus," ujar Kapolres Sikka AKBP Sajimin dikutip TribunMataram.com dari Kompas.com.

Langsung Serahkan Diri

Usai menghabisi korban dengan cara sadis tersebut, pelaku lalu pulang untuk mencuci tangan dan mengganti pakaiannya yang berlumuran darah korban.

Setelah itu, UU langsung mendatangi kantor polisi dengan membawa barang bukti parang yang digunakan untuk membunuh korban lalu menyerahkan diri.

Halaman
1234
Penulis: Salma Fenty
Editor: Delta Lidina
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved