Setelah Didaulat Jadi Direktur Bank Sampah, Akbar Pemulung Viral Kini Diumrahkan Syekh Ali Jaber
Setelah didaulat jadi direktur bank sampah milik Dedi Mulyadi, Akbar kini dipertemukan langsung dengan Syekh Ali Jaber.
Penulis: Salma Fenty | Editor: Delta Lidina
TRIBUNMATARAM.COM - Keberuntungan Muhammad Ghifari Akbar, pemulung viral yang terlihat mengaji Alquran sambil menunggu hujan terus bergulir.
Setelah didaulat jadi direktur bank sampah milik Dedi Mulyadi, Akbar kini dipertemukan langsung dengan Syekh Ali Jaber.
Tak cuma sekadar bertemu, Akbar juga diberi kesempatan untuk umrah ke Tanah Suci bersama Syekh Ali Jaber.
Semuanya bermula ketika kisah viral Akbar mencuri perhatian Syekh Ali Jaber.
Baca juga: POPULER Janji Dedi Mulyadi untuk Akbar, Jadikan Direktur Bank Sampah hingga Pendalaman Kitab Kuning
Baca juga: Tangis Dedi Mulyadi Pecah Tatkala Mendengar Kisah Akbar, Pemulung Viral Baca Alquran di Emperan Toko
Setelah ditelepon, Akbar pun bertemu dengan Syekh Ali Jaber di Cimahi, Jawa Barat.
Pertemuan perdana keduanya terjadi di acara safari dakwah yang ditayangkan di TVOne.
Tampak dalam pertemuan itu, Akbar tak bisa berkata-kata karena gembira, sementara Syekh Ali Jaber terkejut dengan kedatangannya.
Syekh Ali Jaber memeluk Muhammad Gifari Akbar.
Bocah itu terharu dan seperti hari sebelumnya, dia kembali tak bisa berkata-kata.
"Saya terkejut, sudah ada niat mau bertemu. Tapi tiba-tiba Muhammad Gifari Akbar datang," ujar Syekh Ali Jaber.
Dia kembali menceritakan perhatian yang diberikan kepada Muhammad Gifari Akbar.

Selain mengajak untuk umrah bersama ke tanah suci Makkah, Arab Saudi, Syehk Ali Jaber juga menjadikan bocah asal Garut itu sebagai anak angkat.
Lalu, mengajak Muhammad Gifari Akbar untuk belajar dan menghafal Al Quran hingga 30 juz.
Sementara untuk kebutuhan keluarganya, Syekh Ali Jaber akan memenuhi semua kebutuhan itu.
"Tidak hanya umrah bersama saya. Tapi juga soal pendidikanya. Mengapa umrah, ini menjadi awal yang baru bagi Muhammad Gifari Akbar," ujar Syekh Ali Jaber.
Syekh Ali Jaber berharap kelak Muhammad Gifari Akbar bisa menjadi Imam Besar.
Maka, dia pun akan membimbing langsung pendidikan Akbar.
Ditelepon Langsung Syekh Ali Jaber
Pemulung viral, Muhammad Gifari Akbar (16), terus mendapat perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.
Terakhir, Akbar diajak beribadah umrah oleh ulama kondang Syekh Ali Jaber.
Akbar bahkan akan diangkat anak asuh oleh Syekh Ali Jaber.
Rencananya pada Selasa (10/11/2020), Akbar akan bertemu langsung dengan Syekh Ali Jaber di Bandung.
"Kemarin waktu live di TV ngobrol sama Syekh Ali Jaber. Alhamdulillah diajak umrah," ucap Akbar, Senin (9/11/2020).
Akbar mengaku tak menyangka akan diajak umrah.
Bahkan sampai diangkat sebagai anak asuh.
Kabar itu membuatnya bersyukur.
Akbar nge-vlog perdana di channel youtube pribadinya, akun @Gipa Algipari mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menolongnya. (AKUN YOUTUBE @Gipa Algipari)
"Sudah nyiapin barang-barang sama persyaratan umrah. Mau banget (umrah). Paspor nanti disiapin sama Syekh Ali Jaber," ujarnya.
Akbar rencananya akan memenuhi undangan Syekh Ali Jaber di Bandung untuk berbincang lebih lanjut.
Ia masih menunggu kabar kepastian pertemuan itu pada hari ini.
Akbar sangat bersyukur dan berterima kasih atas segala bantuan dari semua pihak.
Ia juga semakin berkomitmen untuk menimba ilmu agama.
Akbar bersama keluarganya juga telah menentukan pilihan pesantren yang akan menjadi tempatnya belajar.
Pesantren yang dipilihnya yakni Pesantren Al Ihsan yang berada di Bandung.
"Sekarang ingin umrah dulu. Baru nanti ke pesantren," katanya.
Perjalanan Mencari Ibu
Di balik kisah Akbar yang menguras air mata, terdapat harapan sederhana dari bocah putus sekolah ini.
Sejak berumur 10 tahun, Akbar putus sekolah dari kelas 4 SD.
Ia lantas memutuskan untuk berkelana.
Sudah banyak daerah yang didatangi oleh Akbar. Ia bahkan sempat menginjakan kaki hingga ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Lampung.
"Awalnya dulu Akbar pergi ke luar kota itu untuk mencari ibu kandungnya. Anaknya juga enggak betah diam di rumah," ujar nenek Akbar, Uti (71) ditemui di rumahnya.
Uti menyebut jika cucunya itu telah ditinggal ibu kandungnya sejak berusia 8 bulan.
Saat itu, ibunya berkata akan bekerja ke Arab Saudi.
Hingga kini, tak ada kabar dari ibu kandungnya.
"Sejak bayi, Akbar belum pernah ketemu ibu kandungnya. Makanya niat awal dia pergi dari rumah itu untuk mencari ibunya," katanya.
Ayah kandung Akbar telah menikah lagi.
Akbar disebut Uti tak betah diam di rumah dan memilih berhenti dari sekolah.
"Setelah keluar sekolab itu, Akbar pergi dari rumah. Awalnya dia ngamen terus suka mulung juga sekarang," ucapnya.
Akbar pun kini tinggal bersama nenek dan kakeknya.
Sejak enam tahun lalu, ia sering meninggalkan rumah berbulan-bulan.
Jika kembali, hanya satu atau dua hari saja dia berada di rumah.
Meski tak hidup bersama nenek dan kakeknya, Uti berpesan agar Akbar tak lupa untuk beribadah.
Salat dan membaca Alquran harus dilakukan walau berada di luar rumah.
Uti menambahkan, jika pergi dari rumah cucunya hanya bermodal pakaian di badan, karung untuk memulung, dan sebuah kitab suci Alquran.
"Dari dulu saya ajarin mengaji. Jadi waktu dia pergi dari rumah, pesan saya cuma jangan lupa untuk salat dan mengaji," ujarnya.
Kumpulkan Uang untuk Makan
Dikutip TribunMataram.com dari video wawancara ekslusif Akbar bersama Tribun Jabar, Akbar mengaku memutuskan untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Jumlah tak pasti yang didapatnya dari memulung, digunakan Akbar untuk makan.
Di balik keterbatasan ekonomi, Akbar tak putus asa.
Cita-cita mulianya membangun pesantren di masa depan pun disampaikannya.
"Ingin membangun pesantren di masa depan," katanya sembari tersenyum.
Kisah Akbar Membuat Dedi Mulyadi Menangis

Kisah Muhammad Ghifari Akbar atau yang akrab disapa Akbar sungguh menggugah hati Dedi Mulyadi hingga membuatnya menangis.
Setelah potret viral Akbar membaca Alquran di emperan toko viral, remaja yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung itu pun mendapat perhatian anggota DPR RI Dedi Mulyadi.
Dedi tak tahan menangis ketika mendengar kisah kehidupan Akbar.
Sebelumnya, pemulung itu tepergok sedang mengaji di sela berteduh dari hujan di emperan toko di Braga, Kota Bandung.
Baca juga: Tiba-tiba Sesak, Agustinus Sang Penjual Keripik Meninggal Mendadak di Depan Dedi Mulyadi, Idolanya
Baca juga: Wakil Ketua DPR Dedi Mulyadi Menangis Lihat Video Bocah Penjual Jalangkote Dibully, Ingat Masa Kecil
Foto remaja yang akrab disapa Akbar pun menjadi viral di media sosial dan mengundang simpati banyak orang.
Kepada Kompas.com via telepon, Kamis (5/11/2020), Dedi mengatakan ia menelepon Akbar dan langsung berbicara dengannya selama 20 menit pada Kamis. Dedi pun mendengarkan kisah kehidupan Akbar langsung dari remaja tersebut.
"Saya tak tahan menangis mendengar cerita Akbar. Saya sekitar 20 menit berbicara dengan Akbar melalui telepon," kata Dedi.
Dedi menaruh simpati dan empati kepada Akbar karena kisah kehidupannya sangat menggugah.
Ada satu hal yang menarik dari kisah Akbar itu yang ditangkap Dedi, yakni meski dalam keadaan susah, remaja itu tetap memiliki empati kepada orang lain yang lebih susah.
"Dia selalu memberi pada pemulung lain yang susah. Sifat seperti itu jarang. Dia sendiri memiliki kesusahan, tapi punya empati lagi pada orang yang lebih susah," kata Dedi.
Tentu saja ada kisah lain dari Akbar yang juga sangat mengharukan. Ia bertahun-tahun mencari ibunya sambil memulung sampah. Kemudian Akbar tidak lepas dari sarung dan Al Quran. Menurut Dedi, sikap-sikap Akbar ini patut diteladani.
Dedi pun mengundang Akbar ke kediamannya di Purwakarta, Kamis hari ini. Dedi memiliki sejumlah rencana bagi Akbar.
Pertama, Akbar bercita-cita ingin mendirikan pesantren. Dedi pun akan memberi ruang untuk memenuhi keinginan itu, yakni dengan memberi tugas mengajar ngaji pada anak-anak di Subang. Sambil mengaji, Akbar juga akan dididik lagi, terutama untuk pendalaman kitab-kitab kuning.
"Saya akan panggil guru untuk meningkatkan pendalaman kitab. Sebenarnya Akbar itu sudah bisa membaca dan memahami sejumlah kitab kuning, tapi perlu dididik kembali sehingga kualifikasinya meningkat," kata Dedi.
Selanjutnya, Dedi juga akan memberi pekerjaan kepada Akbar untuk mengelola bank sampah di Subang. Dedi mengaku dirinya memiliki bank sampah.
"Kan dia kerjanya pungut sampah. Itu tidak boleh hilang. Dia konsen pada sampah dan kelola sampah. Dia akan menjadi direktur bank sampah di Lembur Pakuan (Subang)," kata mantan bupati Purwakarta itu.
Selain itu, Dedi juga menyiapkan bantuan modal untuk orangtuanya Rp 10 juta.
Sehingga ketika ditinggalkan Akbar, orangtuanya bisa menjadi wirausahawan.
Sebelumnya diberitakan, Muhammad Ghifari Akbar menjadi terkenal setelah fotonya sedang mengaji di sela berteduh di emperan toko viral di media sosial.
Remaja asal Garut itu setiap hari memulung sampah sambil mencari ibunya yang sudah meninggalkannya sejak usia 8 bulan.
Dengan berbekal sarung dan Al Quran, Akbar kerap melancong ke sejumlah daerah untuk menemukan perempuan yang sudah melahirkannya.
Namun hingga saat ini sang ibu belum ditemukan juga. Akbar pun pasrah dan tetap berharap sang ibu menemui dirinya. (TribunMataram.com/ Salma)