Breaking News:

Berita Terpopuler

POPULER Petugas Honorer Mendadak Diusir Tanpa Alasan Jelas, Warung Anak Dituduh Jadi Tempat Maksiat

Namun setelah bertahun-tahun menempati rumah itu, orangtua tunggal itu akhirnya diusir tanpa alasan yang jelas.

(KOMPAS.COM/SYARIFUDIN)
Oni Hadijah, warga Kelurahan Sarae, Kota Bima, bersama anak perempuannya hidup telantar karena tak memiliki rumah setelah diusir dari rumah dinas tempat ia bekerja. 

Meski demikian, di tengah himpitan ekonomi yang dialaminya, perempuan ini tetap berjuang bertahan hidup dan menafkahi anak bungsunya.

Untuk bertahan hidup di tengah wabah virus corona, ia pun bahkan rela menjadi seorang pengemudi ojek di sela waktu bekerja.

"Ya, mau gimana lagi, saya banting tulang untuk mencari uang. Kadang-kadang jadi ojek atau anterain pesanan orang buat kebutuhan sehari-hari," kata dia.

Namun cobaan bagi ibu berusia 39 tahun itu tak henti sampai di situ. Kali ini ia harus mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari atasannya.

Ia diusir dari rumah yang ditinggali tanpa sedikit rasa empati. Sejumlah perabot rumah tangganya pun dikeluarkan.

"Kalau saya sih tidak ada masalah. Itu memang bukan rumah milik saya. Hanya saja caranya tidak manusiaswi. Apalagi saya ini kerja di situ juga, masak enggak ada pertimbangan sama sekali," pungkasnya.

Penjelasan camat

Sementara itu, Camat Rasanae Barat, Suharni, mengakui telah memaksa pegawai honorer itu meninggalkan rumah dinasnya.

Ditegaskannya, rumah-rumah dinas itu adalah inventaris negara tidak bisa dikuasai secara pribadi.

"Fasilitas camat itu, haknya camat untuk menikmati fasilitas perumahan. Ini kebutuhan organisasi juga kok," kata Suharni saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/11/2020)

Dia menjelaskan, Ibu Oni Hadijah memang mendapat izin untuk menempati rumah dinas bersama anaknya oleh pemerintah kecamatan.

Oni telah menempati rumah itu sejak tahun 2013 lalu sebelum akhirnya diminta untuk dikosongkan.

Menurut dia, rumah dinas itu seharusnya sudah dikosongkan sejak sebulan lalu, namun penghuni yang juga pegawai honorer di Kantor Camat Rasanae Barat itu tidak berkenan meninggalkan rumah tersebut.

Pihaknya juga telah mengirim surat untuk mengosongkan bangunan kepada Oni Hadijah, namun tak dihiraukan.

"Saya sudah kasih waktu itu sebulan lalu, saya suruh keluar. Tapi enggak ada niat mau keluar. Saya butuh juga," tuturnya

Suharni menjelaskan, alasan untuk mengosongkan rumah dinas yang ditempati pegawai honorer itu karena bangunan tersebut akan dijadikan kantor Majelis Indonesia (MUI) Kota Bima, yang saat ini gedungnya sedang direhab.

Kebijakan itu, kata dia, merupakan tindak lanjut dari permintaan pengurus MUI beberapa waktu lalu.

"Ya, dijadikan kantor MUI, yang sekarang numpang di kantor camat. Sebelumnya, MUI minta bantuan ke kita, mereka butuh satu ruangan karena kantornya di Masjid Al Muwahidin sedang direhab. Itu kebijakan saya juga," pungkasnya. (Kompas.com/ Kontributor Bima, Syarifudin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Oni Hadijah, Pegawai Honor yang Telantar karena Diusir dari Rumah Dinas"

BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul Gaji Cuma 700Ribu per Bulan, Petugas Kebersihan Telantar Diusir dari Rumah Dinas, Camat : Saya Butuh

Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved