Breaking News:

Nelangsa Nelayan Benur di Lombok NTB, Edhy Prabowo Ditangkap, Benih Lobster Tetap Dibeli Murah

Kehidupan mereka tetap tak tentu dengan harga benur yang dibeli murah oleh tengkulak meski sangat sulit mendapatkannya.

KOMPAS.COM/IDHAM KHALID
Nelayan benur di Lombok 

TRIBUNMATARAM.COM - Nelangsa nelayan benur di Lombok Tengah, NTB, tetap dihargai murah oleh tengkulak meski ekspor benih lobster berhenti sementara.

Ditangkapnya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo rupanya tak membawa dampak signifikan pada para nelayan benur atau benih lobster.

Kehidupan mereka tetap tak tentu dengan harga benur yang dibeli murah oleh tengkulak meski sangat sulit mendapatkannya.

Baca juga: POPULER Inilah Andreau Pribadi, Stafsus Edhy Prabowo yang Berperan Penting dalam Suap Benih Lobster

Baca juga: POPULER Harta Kekayaan Edhy Prabowo Capai 7M, Mengapa Nekat Terima Suap Benih Lobster?

Bahri (23), pemuda bertubuh kurus yang rambutnya pirang, menyandarkan perahunya ke tepi pantai Desa Gerupuk, Lombok Tengah, Kamis (26/11/2020).

Dia baru saja pulang mengangkat alat tangkap benih lobster di keramba.

Hari itu, Bahri tidak mendapat banyak lobster, hanya 16 ekor, lantaran musim hujan saat ini yang sangat memengaruhi tangkapan.

“Musim-musim saat ini benih lobster jarang, semalam ini kita hanya dapat 10, 16 biji ( benur),” tutur Bahri kepada Kompas.com.

Bahri menuturkan, pada musim tangkapan pada Februari hingga Agustus, tangkapan benih lobster mencapai ratusan ekor.

“Kalau musim kemarin-kemarin dari bulan dua (Februari), Agustus itu banyak kita dapat biasanya ratusan benih lobster, semalam itu kita dapat Rp 2 juta,” kata Bahri.

Nelayan muda itu mengaku, harga lobster yang dijual ke pengepul sangat tidak menentu.
Kadang dihargai di bawah Rp 5.000, kadang juga belasan ribu rupiah.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved