Breaking News:

Nelangsa Nelayan Benur di Lombok NTB, Edhy Prabowo Ditangkap, Benih Lobster Tetap Dibeli Murah

Kehidupan mereka tetap tak tentu dengan harga benur yang dibeli murah oleh tengkulak meski sangat sulit mendapatkannya.

KOMPAS.COM/IDHAM KHALID
Nelayan benur di Lombok 

Kendati demikian, tipe petani lobster seperti Bahri sangat jarang lantaran untuk membuat satu keramba dan alat tangkap membutuhkan minimal uang Rp 5 juta, hal itu sangat sulit bisa dilakukan masyarakat.

Bahri mengakui, adanya Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan (Permen KP) Nomor 12/2020 sedikit membuat dirinya lega untuk menangkap benur.

Hanya saja, nelayan tetap tidak akan diuntungkan selama harga jual masih dipermainkan sesuai yang diinginkan tengkulak.

Dia berharap pemerintah dapat melakukan pelatihan soal budidaya lobster.

Bukan saja tentang ekspor, melainkan juga bagaimana cara mengembangkannya sehingga mampu membudidaya lobster.

Pengepul

Abdul Wahib, salah seorang pengepul lobster, mengaku ada permintaan penundaan dari ekspotir setelah Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya tanya kemarin, bagaimana sekarang soal pengiriman, katanya bos (eksportir) nanti dulu, katanya sementara waktu ditutup dulu," kata Wahib ditemui Kompas.com, Kamis (26/11/2020).

Wahib mengaku tetap akan membeli lobster dari nelayan, tetapi dihargai murah lantaran akan ditaruh di keramba untuk sementara waktu.

Disampaikan Wahib, saat ini harga lobster yang dibeli dari nelayan seharga Rp 5.000 untuk jenis pasir, sedangkan jenis mutiara seharga Rp 20.000.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved