Viral Hari Ini

Kisah di Balik Video Viral Pengantin Perempuan Histeris Menangis Lalu Pingsan Saksikan Mantan Datang

Kali ini, seorang pengantin wanita menangis histeris hingga pingsan saat pernikahannya dihadiri sang mantan.

(KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)
tangkapan layar Viral Pengantin Perempuan Menangis Histeris Saat Sang Mantan Datang ke Acara Resepsi. 

Pengantin yang mengenakan pakaian adat Sasak Lombok tersebut kemudian meronta-ronta hingga kemudian pingsan di kursi pelaminan.

Dayat yang saat itu sempat memeluk mempelai laki-laki, kemudian sejenak terdiam melihat sang mantan yang menangis.

Oleh tamu undangan, Dayat kemudian disuruh turun dan menjauh.

Kaleidoskop Pernikahan Viral di Lombok 2020

Tahun 2020 diwarnai banyaknya momen pernikahan viral di Lombok, NTB.

Banyak kisah pernikahan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pada tahun 2020 menjadi pusat perhatian jagad maya.

Baca juga: Viral Bocah SMK Diminta Nikahi 2 Gadis di Bawah Umur dalam Sebulan, Ibunya Sampai Tak Sadarkan Diri

Baca juga: POPULER Beri Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria Dibully & Disebut Cari Sensasi!

Hal itu disebabkan beberapa pasangan melakukan pernikahan dengan maskawin unik, pernikahan dengan dua gadis sekaligus, hingga yang paling mengejutkan pernikahan sesama jenis.

Berikut sederet kisa pasangan pengantin viral dari Lombok dirangkum dari artikel Kompas.com.

1. Mas Kawin sendal jepit dan segelas air

Kisah pertama datang dari pasangan pengantin Yudi Anggata (24) warga Desa Braim, Lombok Tengah, dengan Helmi (20) warga Des Jurit, Lombok Timur, dengan maskawin sepasang sandal jepit, yang terjadi pada Juli 2020 lalu.

Helmi yang berprofesi sebagai modeling Sasak itu menyampaikan, dirinya menginginkan maskawin sandal jepit dan air segelas lantaran tidak ingin memberatkan suaminya.

"Saya tidak mau nyusahin suami saya dan keluarganya," kata Helmi, Sabtu (4/7/2020)

Usai melakukan akad nikah, Helmi langsung meneguk air dalam gelas cantik tersebut, dan sementara untuk sandal jepit akan dipajang sebagaimana kenang-kenagan.

"Tidak ada nilai sejarah mengapa mau sandal jepit, hanya mau jadi kenang-kenagan yang akan diceritakan pada anak nanti," kata Helmi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved