Breaking News:

Virus Corona

Vaksin di Indonesia Digratiskan, Satgas Covid-19 Tak Ingin Buru-buru, Tunggu Kajian BPOM & MUI

Meski Presiden Jokowi telah memutuskan untuk menggratiskan vaksin Covid-19 untuk seluruh masyarakat, tetapi pemerintah tak ingin buru-buru.

Editor: Salma Fenty Irlanda
YouTube WGBH News
ilustrasi penemuan vaksin corona 

Ini terlepas dari Oxford-AstraZeneca yang berjanji untuk memberikan 64 persen dosisnya kepada orang-orang di negara berkembang.

Langkah-langkah perlu diambil untuk memastikan akses ke vaksin adil di seluruh dunia.

Komitmen vaksin ini, yang dikenal sebagai Covax, telah berhasil mengamankan 700 juta dosis vaksin untuk didistribusikan di antara 92 negara berpenghasilan rendah yang telah mendaftar.

Tetapi bahkan dengan rencana ini, People's Vaccine Alliance - jaringan organisasi termasuk Amnesty International, Oxfam dan Global Justice Now - mengatakan tidak cukup banyak yang bisa dilakukan.

Selain itu, People's Vaccine Alliance dan jaringannya meminta perusahaan farmasi agar mau berbagi teknologi mereka untuk memastikan lebih banyak dosis yang bisa diproduksi.

Analisis mereka menemukan bahwa negara-negara kaya telah membeli cukup dosis untuk memvaksinasi seluruh populasinya hingga tiga kali lipat, jika semua vaksin disetujui untuk digunakan.

Kanada, misalnya, telah memesan cukup vaksin untuk melindungi setiap orang Kanada sebanyak lima kali lipat.

Dan meskipun negara-negara kaya hanya mewakili 14 persen dari populasi dunia, mereka telah membeli 53 persen dari vaksin yang paling menjanjikan sejauh ini.

Vaksin yang mereka beli adalah vaksin yang termasuk dalami delapan kandidat vaksin terkemuka dalam uji coba tahap 3. 

Akankah negara tertinggal dalam perlombaan vaksin?

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved