Breaking News:

Komnas HAM Sebut Penembakan 6 Laskar FPI Bukan Pelanggaran HAM Berat, Advokasi : Mereka Jubir Pelaku

Hal ini menjadi buntut pernyataan Komnas HAM yang menyebut penembakan terhadap enam laskar FPI tidak mengandung unsur pelanggaran HAM berat.

ist
Iringan-iringan pembawa enam jenazah laskar FPI di prosesi pemakaman di sekitar area Ponpes Agrokultural (Markaz Syari'ah FPI) Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu pagi (9/12/2020). 

TRIBUNMATARAM.COM - Kekecewaan disampaikan oleh tim advokasi laskar FPI korban penembakan polisi.

Pihaknya menilai Komnas HAM saat ini sudah tak lagi memihak FPI dan justru membela para pelaku.

Hal ini menjadi buntut pernyataan Komnas HAM yang menyebut penembakan terhadap enam laskar FPI tidak mengandung unsur pelanggaran HAM berat.

Tim advokasi korban Laskar FPI menyoroti soal Komnas HAM yang menyerahkan laporan investigasi terkait penembakan 6 laskar FPI oleh kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Menurut tim advokasi, Ketua Komnas HAM sudah berubah jadi juru bicara dari para pelaku pelanggaran HAM yang masih berkeliaran bebas.

Dokumentasi: Massa Mujahid 212 menggelar aksi dengan tajuk Aksi Mujahid 212 di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019). Tribunnews/Muhammad Iqbal Firdaus
Dokumentasi: Massa Mujahid 212 menggelar aksi dengan tajuk Aksi Mujahid 212 di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019). Tribunnews/Muhammad Iqbal Firdaus (Tribunnews/ M Iqbal Firdaus)

"Secara substansial dengan mata telanjang, unsur pelanggaran HAM berat dari peristiwa pembunuhan 6 orang penduduk sipil tanggal 7 Desember lalu sangat mudah ditemukan, bila Komnas HAM dan komisionernya istiqomah pada amanah yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di yaumil hisab" kata salah satu tim advokasi Hariadi Nasution, dalam keterangan yang diterima, Jumat (15/1/2021).

Hariadi mengatakan mandat Komnas HAM baik secara kelembagaan seharusnya adalah menghentikan berbagai bentuk Impunitas Circle dan lingkaran kekerasan yang terus menerus terjadi terhadap penduduk sipil.

Baca juga: Komnas HAM Bakal Temui Jokowi untuk Beberkan Hasil Penyelidikan Pelanggaran Hak 6 Laskar FPI

Baca juga: Usut Tewasnya 6 Laskar FPI, Komnas HAM Minta Masyarakat hingga Jurnalis yang Punya Data Bersaksi

"Berbagai peristiwa kekerasan fisik, kekerasan verbal dan kekerasan struktural yang terus-menerus dilakukan oleh rezim penguasa sudah menjadi pola dalam penyelenggaraan negara dengan cover menegakkan sosial order," tambahnya.

"Sungguh menjadi sebuah tragedi sejarah dan merupakan signal kehancuran peradaban, dikatakan Hariadi, bila mandat Komnas HAM tersebut dijalankan oleh komisioner yang tidak berkompeten dan mengkhianati mandat yang diamanahkan ke pundaknya," pungkas Hariadi.

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran HAM berat atas tewasnya enam orang laskar FPI dalam insiden adu tembak dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020 lalu.

Halaman
12
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved