Dorongan Bayi Hingga Tabung Gas Korban Sriwijaya Air Hilang Dicuri, Ketua RT: Sudah 3 Kali Kecurian

Ketua RT setempat menceritakan kronologi pencurian yang terjadi di rumah keluarga korban Sriwijaya Air SJ-182.

Penulis: Irsan Yamananda | Editor: Irsan Yamananda
Luckybussiness via Kompas
Ilustrasi pencurian 

Arneta Fauzi baru selama dua bulan tinggal di sana.

Dia mengontrak rumah itu sejak 8 November 2020.

Sebelumnya, kejadian tersebut terjadi pada tahun 2020 dan tahun 2019.

Ilustrasi pencurian
Ilustrasi pencurian (Kompas)

"Untuk kejadian tahun 2019 hilang kulkas, sedangkan 2020 hilang HP sama uang Rp. 70.000," kata dia, saat ditemui di rumahnya Minggu (17/01/2021) seperti dikutip dari Tribunnews.

Kedua kejadian sebelumnya dilakukan dengan cara membobol dari belakang rumah pada saat keadaan rumah kosong.

"Dua sebelumnya lewat kaca nako dulu belum ditutup, sama jendela di salah sebuah kamar karena dulu belum dipagar, sekarang sudah dipagar, malah lewat atas malingnya," kata dia.

Dia menilai pembobolan rumah sudah direncanakan.

"Pada hari Rabu (13/01/2021) salah seorang anak korban, pamit ke Bogor entah lupa atau gimana kunci rumahnya ke bawa," ujarnya.

Arneta beserta ketiga anaknya yakni Zurisya Zuar (P) berusia 8 tahun, Umbu Kristin Zia (P) berusia 2 tahun, dan Fao Nuntius Zai (L) yang masih bayi menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu.

Rencananya, Arneta terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk bertemu suaminya Yaman Zai (43) yang bekerja di sana.

Baca juga: Widya Video Call Suami Sebelum Jatuh dengan Sriwijaya Air, Curhat Cuaca Buruk, Diminta Bersholawat

Tak tahu maling beraksi

Opung, seorang tetangga korban Sriwijaya Air mengaku tidak tahu kapan maling beraksi.

Rumah itu baru diketahui dibobol maling setelah asisten rumah tangga korban melihat pintu belakang dalam kondisi terbuka, Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 16.30.

Dia kemudian memberitahukan hal itu kepada Opung.

"Saya langsung memberitahukan kepada ketua RT, dan bersama warga kemudian mengecek ke dalam," ujar pria berusia 66 tahun ini kepada TribunBanten.com, Minggu (17/1/2021).

Baca juga: 20 Menit Pandangan Kabur karena Lumpur Dasar Laut, Temukan Korban Sriwijaya Air, Tertera Nama di SIM

Halaman
123
Sumber: Tribun Mataram
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved