Breaking News:

Dirikan Pasar Muamalah yang Bertransaksi Pakai Dirham, Zaim Terancam 15 Tahun Penjara, Ini Pasalnya

Pendiri pasar muamalah Depok yang bertransaksi menggunakan dirham terancam hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews
Zaim Saidi, pendiri Muamalah Depok yang ditangkap polisi karena menggelar transaksi memakai mata uang dinar dan dirham. Sempat pamit lewat Instagram 

TRIBUNMATARAM.COM - Polisi telah meringkus pendiri pasar muamalah Depok yang bertransaksi menggunakan dirham.

Pria bernama Zaim Saidi itu terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kenapa bisa seperti itu? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Polri akhirnya memutuskan menahan pendiri pasar Muamalah Depok Zaim Saidi dalam statusnya sebagai tersangka dugaan tindak pidana penggunaan alat transaksi selain rupiah.

Dia mendekam di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan penahanan tersebut setelah Zaim Saidi diperiksa sebagai tersangka kasus tersebut.

Marco Panari Meninggal Dunia karena Tersedak Mie Instan, Sempat Alami Mimisan, Simak Kronologinya

Semobil Berdua dengan Wanita, Pak Kades Dituduh Selingkuh & Mobil Dirusak Massa: Baru Bicara 1 Menit

Zaim Saidi, pendiri Muamalah Depok yang ditangkap polisi karena menggelar transaksi memakai mata uang dinar dan dirham. Sempat pamit lewat Instagram
Zaim Saidi, pendiri Muamalah Depok yang ditangkap polisi karena menggelar transaksi memakai mata uang dinar dan dirham. Sempat pamit lewat Instagram (Tribunnews)

"Benar (sudah ditahan)," kata Brigjen Rusdi kepada wartawan, Kamis (4/2/2021).

Rusdi menyampaikan tersangka ditahan karena dikhawatirkan untuk melarikan diri ataupun menghilangkan barang bukti. Tak hanya itu, tersangka diketahui dijerat dengan pasal di atas 5 tahun penjara.

Diketahui, pelaku dijerat dengan pasal 9 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peratutan hukum pidana.

Sudah Bertemu Teddy Pardiyana, Rizky Febian Ogah Bocorkan Hasil Diskusi Warisan Lina, Ini Alasannya

Dalam beleid pasal itu, siapapun pihak yang membuat benda semacam mata uang atau uang kertas dengan maksud untuk menjalankannya atau menyuruh menjalankannya sebagai alat pembayaran yang sah dapat dihukum dengan hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved