Breaking News:

Upaya Kudeta di Tubuh Partai Demokrat

Meski Surat Tak Dibalas, AHY Sebut Jokowi Tak Tahu Menahu Soal Isu Kudeta, 'Ada Upaya Memecah Belah'

Meski suratnya tempo hari tak mendapatkan balasan dari Jokowi, AHY membenarkan jika orang nomor satu di Indonesia ini tidak tahu.

Instagram
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat periode 2020 - 2025. 

TRIBUNMATARAM.COM - Tudingan adanya upaya kudeta di tubuh Partai Demokrat masih menjadi fokus AHY saat ini.

Pengakuan teranyarnya membantah jika Presiden Jokowi tahu akan upaya kudeta ini.

Meski suratnya tempo hari tak mendapatkan balasan dari Jokowi, AHY membenarkan jika orang nomor satu di Indonesia ini tidak tahu.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) mengaku telah mendapat sinyal bahwa Presiden Joko Widodo tidak tahu-menahu adanya gerakan pengambilalihan kekuasaan Partai Demokrat (GPK-PD) yang menurut AHY diduga melibatkan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Hal itu disampaikan AHY dalam pesan kepada pengurus tingkat pusat dan daerah serta semua kader Partai Demokrat, Rabu (17/2/2021).

"Saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader," kata AHY dalam pesan tersebut.

Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020-2025 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Istrinya Annisa Pohan usai Kongres V Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2020). ANY resmi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 setelah dipilih secara aklamasi dalam Kongres V Partai Demokrat untuk menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.
Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020-2025 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Istrinya Annisa Pohan usai Kongres V Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2020). ANY resmi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 setelah dipilih secara aklamasi dalam Kongres V Partai Demokrat untuk menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

AHY pun menyatakan, hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cukup baik.

Ia mengatakan, memang ada pihak yang ingin memecah belah hubungan baik antara Jokowi dan SBY dengan menggulirkan isu kudeta di Partai Demokrat.

Baca juga: Sebut Nama Luhut Binsar, Moeldoko Dianggap Cari Pelindung saat Dicecar Isu Kudeta Partai Demokrat

Baca juga: Surati Jokowi Perihal Isu Kudeta Partai Demokrat, AHY Telan Pil Pahit, Tidak Akan Dijawab karena Ini

"Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik, tetapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu," kata AHY.

Menurut AHY, ia masih terus memantau dan menerima laporan dari para kader terkait upaya kudeta di Partai Demokrat.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

Ia menuturkan, awalnya para pelaku gerakan berusaha memengaruhi para pemilik suara dengan memengaruhi pengurus DPD dan DPC serta para mantan pengurus.

Lalu, kata AHY, para pelaku gerakan mengeklaim telah mengumpulkan puluhan bahkan ratusan suara untuk dapat menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB), padahal hanya tipuan.

Kemudian, para pelaku gerakan menggunakan alasan KLB karena faktor internal. Padahal, AHY menegaskan, persoalan itu adalah persoalan eksternal.

"Yakni kelompok ini sangat menginginkan seseorang sebagai capres 2024 dengan jalan menjadi Ketua Umum PD melalui KLB," ujar AHY.

Diberitakan sebelumnya, AHY menyebut ada sejumlah pihak yang hendak melengserkannya dari kursi ketua umum Partai Demokrat dengan menggelar KLB.

Beberapa pihak yang disebutnya diduga terlibat ialah para mantan pengurus Demokrat, yakni Darmizal, Marzuki Alie, Muhammad Nazaruddin, dan politisi aktif Demokrat Jhoni Alen Marbun.

Selain itu, AHY menyatakan, ada pejabat di lingkungan Istana Kepresidenan yang terlibat dalam upaya pelengserannya dengan menggulirkan isu KLB.

Pejabat yang dimaksud ialah Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

Moeldoko membantah tudingan tersebut. Ia mengaku tak punya hak untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat karena bukan bagian dari internal partai.

Moeldoko Disebut 'Berlindung' dengan Nama Luhut

Respon Kepala Staf Presiden Moeldoko terkait isu kudeta Partai Demokrat yang dialamatkan padanya mendapat sentilan pedas dari pengamat, Rocky Gerung.

Disebutkannya nama Luhut Binsar Pandjaitan seolah menjadi 'tameng' bagi Moeldoko untuk beralibi.

Rocky Gerung menilai, munculnya nama Luhut dalam isu kudeta yang dilayangkan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY ini dinilai tidak tepat.

Ia menilai, Moeldoko menyebut nama Luhut untuk mencari perlindungan.

Sayangnya, cara yang dipakai Moeldoko ini malah dianggap 'tidak nyambung' oleh Rocky Gerung.

"Pak Moeldoko ini berupaya untuk cari pelindung, tapi caranya itu anakronis, kalau istilahnya," tutur Rocky pada kanal YouTube-nya, Kamis (4/2/2021).

Rocky menuturkan, persoalan pertemuan Moeldoko dengan Luhut merupahan dua hal yang berbeda.

Moeldoko Bingung AHY Surati Jokowi Perihal Kudeta Partai Demokrat : Orang Ngopi Kok Lapor Presiden

Rocky Gerung Tilik Kembali 10 Tahun Kedekatan SBY & Moeldoko di Tengah Isu Kudeta, Kuping Istana

"Bahwa itu persoalan lain dengan maksud yang lain, karena itu jangan terlalu banyak cari-cari alibi Pak Moeldoko," lanjutnya.

"Itu sama seperti orang membandingkan nyolong, sana nyolong."

"Iya, tapi itu nyolong mangga. Lain sama nyolong duren. Baunya beda, ini bau duren bukan bau mangga. Kira-kira begitu," pendapat Rocky.

Rocky Gerung
Rocky Gerung (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

 

Sebelumnya, Rocky menjelaskan, ucapan Moeldoko yang menyebut Luhut pernah didatangi orang Partai Demokrat ini tak ada hubungannya dengan persoalan kudeta.

"Ingin nyari patron (pelindung), supaya bebannya enggak terlalu berat. Maka, sebagian dilimpahkan kepada pak Luhut."

"Pak Luhut nanggapin, ini gila apa, masa gue bagian yang terbuka pada waktu itu, sekarang seolah-olah gue menyingkir Partai Demokrat. Itu kan urusan tahun berapa?," kata Rocky.

"Ya enggak ada hubungannya dengan kudeta, ya orang ngadu-ngadu aja, pak Luhut kan tidak melibatkan diri pada proyek kudeta Partai Demokrat," tambahnya.

Rocky melihat ada persoalan besar dalam dinamika politik Partai Demokrat.

Mengingat beberapa waktu lalu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menyuarakan langsung ke publik perihal ada rencana kudeta padanya.

"Tapi ini AHY langsung bikin koferensi pers, artinya ada skala persoalan yang luar biasa besar," lanjutnya.

Sebelumnya, dalam konferensi pers terkait isu kudeta yang menerpanya, Moeldoko membandingkannya dengan Luhut.

Moeldoko mengatakan tidak hanya dirinya yang didatangi pengurus dan mantan pengurus Demokrat tersebut.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN) ()

Menurut dia Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah didatangi anggota dan mantan anggota Demokrat tersebut.

"Pak LBP juga pernah cerita sama saya. Saya juga didatangi oleh mereka mereka, saya juga sama. Tapi gak ribut begini," kata dia.

Moeldoko mengatakan permasalahan ditubuh partai Demokrat merupakan dinamika partai biasa.

Pengurus partai seharusnya tidak perlu takut, karena di Partai Demokrat ada Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono.

"Saya ini siapa sih. Saya ini apa biasa biasa aja. Di Demokrat ada pak SBY ada putranya mas AHY, apalagi dipilih secara aklamasi kenapa mesti takut ya . Kenapa mesti menanggapi seperti itu? Wong saya biasa biasa saja. Dinamika dalam sebuah parpol ya biasa ya seperti itu," katanya.

(Kompas.com/ Ardito Ramadhan) (TribunMataram.com/ Salma)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AHY Sebut Jokowi Tak Tahu-menahu soal Kudeta di Demokrat"

BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul Walau Surat Tak Digubris, AHY Bantah Jokowi Tahu Soal Kudeta Partai Demokrat 'Upaya Pecah Belah'

Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved