Breaking News:

Virus Corona

Mendikbud Sebut Belajar Tatap Muka Bisa Dimulai Juli: 'Tidak 100 Persen, Mungkin 3 Kali Seminggu'

Proses vaksinasi tenaga pengajar ditargetkan selesai pada bulan Juni 2021. Mengenai hal ini, Mendikbud menyebut belajar tatap muka bisa dimulai Juli.

Editor: Irsan Yamananda
Warta Kota/Ricky Martin Wijaya
Nadiem Anwar Makarim (kanan) memberikan keterangan saat berkeliling Kantor Kemendikbud usai serah terima jabatan (sertijab), di Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019). Eks CEO Gojek, Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Warta Kota/Ricky Martin Wijaya 

TRIBUNMATARAM.COM - Proses vaksinasi tenaga pengajar ditargetkan selesai pada bulan Juni 2021.

Mengenai hal ini, Mendikbud menyebut belajar tatap muka bisa dimulai bulan Juli.

Namun, kemungkinan proses belajarnya tidak 100 persen tatap muka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pendidik ditargetkan selesai Juni 2021.

Ia mengatakan, jika vaksinasi dapat diselesaikan, maka belajar tatap muka di sekolah bisa dimulai pada Juli 2021.

"Mungkin tidak 100 persen (belajar tatap muka di sekolah), tapi paling tidak bisa saja dua kali seminggu atau tiga kali, atau dalam sistem rotasi, karena protokol kesehatan tetap dijaga," kata Nadiem dilansir dari Kompas TV, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Nadiem Makarim Sebut Guru Honorer Masih Punya Peluang untuk Jadi CPNS 2021, Simak Penjelasannya!

Baca juga: Kabar Gembira, Guru Honorer Masih Punya Peluang untuk Jadi PNS, Berikut Penjelasan Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait vaksinasi guru, tenaga pendidik, dan dosen di SMAN 70, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (24/2/2021) siang.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait vaksinasi guru, tenaga pendidik, dan dosen di SMAN 70, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (24/2/2021) siang. (KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)

Nadiem mengatakan, vaksinasi Covid-19 ini diprioritaskan untuk tenaga pendidik mulai dari Sekolah Dasar (SD), PAUD, Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi.

Menurut Nadiem, hal tersebut dilakukan dikarenakan semakin muda jenjang pendidikan maka proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) semakin sulit dilakukan.

"Dan mereka yang paling membutuhkan interaksi fisik dan tatap muka."

"Tapi sekali lagi walaupun tatap muka pun, itu harus menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kemenkes dan Kemendikbud," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved