Breaking News:

Kronologi Lengkap Polemik Salah Transfer Rp 51 Juta di Surabaya Versi Terdakwa vs Mantan Pegawai BCA

Berikut kronologi kasus salah transfer Rp 51 juta di Surabaya versi terdakwa yang bernama Ardi dan mantan pegawai BCA sebagai pelapor.

Thickstockphotos via Kompas
Ilustrasi 

TRIBUNMATARAM.COM - Polemik salah transfer Rp 51 juta yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur masih terus berlanjut.

Kasus itu mencuat setelah Ardi (29), warga Manukan, Kota Surabaya, Jawa Timur, ditahan polisi karena dianggap menggunakan uang salah transfer tersebut.

Ardi mengakui ada uang Rp 51 juta masuk ke dalam rekeningnya.

Namun, saat itu ia tidak sadar bahwa uang itu akibat adanya salah transfer dari pihak bank.

Karena itu, ia membelanjakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.

Saat upaya mediasi berlangsung, ia mengaku berusaha mengembalikan uang itu dengan cara dicicil, tapi oleh BCA ditolak.

Baca juga: Nasib NK, Pegawai Bank BCA yang Salah Transfer Uang Rp 51 Juta Hingga Membuat Ardi Dipenjara

Baca juga: Tanggapi Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta, BCA Bantah Pihaknya yang Buat Laporan: Mantan Karyawan

Ilustrasi
Ilustrasi (Thickstockphotos via Kompas)

Namun, hal berbeda diungkapkan oleh Nur Chuzaimah, mantan karyawan Bank Central Asia ( BCA) yang juga berstatus sebagai pelapor.

Kepada Nur, Ardi memang berjanji untuk mencicil.

Namun, janji tersebut tak kunjung ditepati.

Berikut kronologi lengkap versi Nur Chuzaimah dan Ardi terkait kasus salah transfer uang Rp 51 juta:

Baca juga: Ayahnya Dipenjara karena Kasus Salah Transfer BCA, 3 Anak Ardi Terancam Tak Bisa Sekolah & Berobat

Halaman
1234
Penulis: Irsan Yamananda
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved