Keterkaitan Tewasnya Siswi SMA dalam Plastik & Janda di Gunung Geulis, Ternyata Pembunuhan Berantai

Diduga pelaku mengalami kelainan dengan menikmati pembunuhan yang dilakukannya.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ditemukannya Elya Lisnawati (25) dalam kondisi sudah tidak bernyawa di pinggir jalan kawasan Gunung Geulis, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor membuat pihak keluarga syok. 

TRIBUNMATARAM.COM - Polisi akhirnya berhasil mengungkap pembunuhan berantai yang terjadi di Bogor.

Dalam keterangannya, kasus pembunuhan gadis SMA yang terbungkus plastik dengan pembunuhan janda muda di Gunung Geulis memiliki keterkaitan.

Diduga pelaku mengalami kelainan dengan menikmati pembunuhan yang dilakukannya.

Polres Bogor bersama Polresta Kota Bogor mengungkap dua kasus pembunuhan yang terjadi di dua tempat yakni di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor atau tepatnya kawasan Puncak, Jawa Barat.

Kasus pembunuhan ini dilatari perampokan barang-barang korban yang juga merupakan teman kencannya.

"Korban EL (23) ini dibuang, jadi keterangan dari tersangka ini, dia membunuh dengan cara korbannya dicekik kemudian dimasukkan ke dalam tas," kata Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro dalam penyidikan di area kebun kosong di Gunung Geulis, Kampung Cidadap, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Susatyo mengatakan, tersangka berinisial MRI (21) membunuh dengan cara mencekik teman kencannya.

Baca juga: Mayat Wanita Misterius di Gunung Geulis Ternyata Janda Muda, Pamit ke Kondangan, Pulang Hilang Nyawa

Baca juga: Misteri Mayat Siswi SMA Dalam Plastik Sampah di Bogor: Terakhir Pamit Belajar hingga Pengakuan Saksi

Dua korban yang tak lain adalah DS (18) dan EL (23) sebelumnya ditemukan tak bernyawa di dua tempat tersebut.

Keduanya merupakan korban yang diajak kencan lewat media sosial oleh MRI.

"Ini termasuk dalam kaitan serial killer atau pembunuh berantai, tidak hanya sekitar 2 minggu melakukannya tapi TSK kembali melakukannya dan ada kecenderungan untuk menikmati dengan meninggalnya dua korban tersebut," ungkap Susatyo sembari menginterogasi tersangka MRI di lokasi, Kamis (11/3/2021).

Susatyo kembali menyampaikan bahwa MRI membunuh dengan modus memancing korban yang sekaligus merupakan teman kencannya itu ke sebuah hotel dengan iming-iming uang.

Adapun alat yang digunakannya untuk mengakhiri dan membuang nyawa korbannya yaitu menggunakan tas ransel.

Tersangka MRI mengeksekusi dengan tangannya sendiri lalu memasukannya ke dalam tas gunung. Setelah itu, korban dibuang ke tempat yang berbeda atau tepatnya di lokasi terbuka yakni di pinggir jalan.

"Modusnya sama, TSK ini berjanjian kenalan lewat medsos kemudian ketemu dibawa dengan iming-iming uang ke penginapan, lalu setelah berkencan korban dihabisi dengan dicekik kemudian barang-barangnya diambil," terang dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved