Breaking News:

Vaksin Nusantara Jadi Polemik, Menkes Budi Gunadi Tak Ingin Ikut Campur : Saya Bukan Ahlinya

Menkes Budi Gunadi meminta pihak-pihak yang tak berwenang sebaiknya tak ikut campur dan memperkeruh suasana.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Budi Gunadi Sadikin 

TRIBUNMATARAM.COM - Kemunculan vaksin nusantara masih menimbulkan polemik.

Menkes Budi Gunadi meminta pihak-pihak yang tak berwenang sebaiknya tak ikut campur dan memperkeruh suasana.

Dirinya sendiri mengaku tak ingin ikut campur karena merasa bukan ahlinya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi akhirnya buka suara mengenai polemik vaksin nusantara.

Budi Gunadi meminta perdebatan soal vaksin Nusantara berjalan secara ilmiah dan tidak politis.

Selain itu Menkes himbau agar pro-kontra terkait penelitian vaksin sudah sepatutnya terjadi di antara para peneliti dalam ranah keilmuan bukan jajaran pemred.

"Jangan dilakukan di tataran media atau tataran politik, atau di mana. Masa yang debat pemred (pemimpin redaksi) atau ahli media, politisi," kata Budi saat diskusi virtual, Minggu (18/4/2021).

Baca juga: Meski Tak Kantongi Restu BPOM, Vaksin Nusantara Tetap Lanjutkan Uji Klinis 2, Disebut Pelanggaran

Baca juga: BPOM Tak Ikut Campur Soal Penyuntikan Vaksin Nusantara di RSPAD : Masyarakat Harus Pintar

"Ini kan enggak cocok, ini sesuatu yang sifatnya sangat ilmiah, jadi biarkan para ilmuan berdebat di tataran ilmiah," tambahnya.

Aburizal Bakrie (Ical) telah disuntik vaksin Nusantara langsung oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto pada Jumat (16/4/2021).
Aburizal Bakrie (Ical) telah disuntik vaksin Nusantara langsung oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto pada Jumat (16/4/2021). (Twitter @aburizalbakrie https://twitter.com/aburizalbakrie/status/1382988904710639616/photo/2)

Budi menyarankan perdebatan mengenai vaksin Nusantara berlangsung secara ilmiah. Misalnya, dalam seminar atau melalui jurnal ilmiah.

"Vaksin ini setelah saya pelajari, saya bukan ahlinya, ini sesuatu yang sifatnya sangat saintifik, sangat ilmiah, jadi tolong dibicarakan di tatanan ilmiah, seminar-seminar, jurnal-jurnal ilmiah," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved