Breaking News:

Heboh Puluhan Napi Wanita Oplos Minuman Rasa Jeruk dan Disinfektan, 20 Dirawat & 1 Meninggal Dunia

Kronologi puluhan napi wanita di Bali tenggak oplosan minuman rasa jeruk dan disinfektan.

Editor: Irsan Yamananda
Tribunnews.com
Ilustrasi jenazah 

"Jumat jam 4 pagi ada 4 orang WBP mengeluh dan kami langsung bawa ke RS Sanglah. Setelah itu kami ke blok menanyakan apakah ada dari mereka yang sakit lagi. Ternyata ada lagi yang mengeluh sesak nafas, mereka mengaku ikut minum oplosan yang diberikan warga binaan lainnya. Ada 11 orang yang kami bawa ke rumah sakit," jelasnya. 

Tak berhenti sampai di sana, petugas lapas terus melakukan pengecekan dan menanyakan kembali WBP lainnya. Benar saja, ada lagi warga binaan yang kembali mengeluh sesak nafas.

"Berlanjut kami terus tanya ke warga binaan, apakah masih ada yang ikut minum. Ternyata jam 10.45 pagi, ada lagi yang mengeluh dadanya panas. Kami bawa lagi ke RS Sanglah. Jadi total ada 21 warga binaan yang kami bawa ke RS Sanglah, dan 1 yang meninggal pagi tadi," ungkap Lili. 

"Napi yang meninggal inisialnya RT asal Jakarta usai 25 tahun. Kasusnya narkotik, dia dipidana 5 tahun penjara, dan sudah menjalani penahanan 2 tahun. Kami juga sudah informasi ke pihak keluarga," imbuh Lili. 

Lebih lanjut dari kejadian ini, Lili bersama petugas lapas lainnya pun mencari tahu alasan para WBP mengkonsumsi cairan disinfektan oplosan itu. 

"Saya tanya ke mereka kenapa minum cairan ini. Mereka mengaku, karena saat hidup diluar lapas sudah terbiasa minum. Sementara di lapas ini bersih dari narkoba. Jadi mereka diduga dengan segala cara bagaimana biar bisa mabuk dan berpesta. Mereka tidak menyangka yang mereka minum itu disinfektan. Dipikirnya mungkin alkohol," ucapnya. 

Pun dari informasi yang dikumpulkan kata Lili, puluhan WBP itu mengkonsumsi cairan oplosan itu sejak hari Selasa dan Rabu.

"Mereka minumnya ada yang hari Selasa, ada juga hari Rabu. Reaksinya itu baru dirasakan pada Kamis pagi. Kami pun kaget, ini ada apa. Mereka yang dirawat ini menghuni di 3 blok dan semuanya WNI. 21 orang ini napi narkotik. Rata-rata usai masih muda," paparnya. 

Apakah adanya kelalaian dalam pengawasan? Lili menegaskan, pengawasan dilakukan dengan sangat ketat.

Diduga mereka memporeh disinfektan dengan cara mencuri saat melakukan kegiatan bersih-bersih. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved