Breaking News:

Begal Sadis di Lampung: Bacok Ibu & Anak yang Pulang Jenguk Ayah di RS, Pelaku Udah 3 Kali Dipenjara

Para begal sadis di Lampung akhirnya berhasil diciduk petugas, satu pelaku tewas ditembak karena melawan.

Editor: Irsan Yamananda
Regional Kompas.com
Ilustrasi - Para begal sadis di Lampung akhirnya berhasil diciduk petugas, satu pelaku tewas ditembak karena melawan. 

Menurut Kurniawan, kedua pelaku melakukan perlawanan saat ditangkap oleh anggotanya.

Dalam penangkapan di Desa Talang Tebak, Bukit Kemuning pada Sabtu (16/10/2021) subuh itu, kedua pelaku menyerang petugas menggunakan senjata tajam.

"Sehingga kita lakukan tindakan tegas terukur, satu pelaku berinisial FY meninggal dunia," kata Kurniawan.

Begal sadis dan residivis

Kurniawan menjelaskan, kedua pelaku pembegalan itu merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan yang sudah berkali-kali masuk penjara.

Pelaku FY, kata Kurniawan, pernah masuk penjara pada tahun 2013, 2015, dan 2017.

Sedangkan pelaku K, adalah residivis pencurian dengan kekerasan di Sumatera Selatan dan Lampung.

"Pelaku K sudah 3 kali masuk penjara, diantaranya tahun 2010, 2013, dan 2020," kata Kurniawan seperti dikutip dari Kompas.com dengan judul "Begal Pembacok Ibu dan Anak Ditangkap, Satu Pelaku Tewas Ditembak Polisi".

Kasus Begal Lainnya

Aksi pembegalan dilakukan pasangan suami istri muda yang baru saja menikah.

Karena kehabisan bensin dan tak memiliki uang, keduanya nekat melakukan aksi kekerasan kepada seorang driver taksi online.

Beruntung, korban berhasil menyelamatkan diri dan kabur setelah nyaris meregang nyawa karena dicekik.

Pasangan suami istri (pasutri) asal Banjarnegara, Jawa Tengah harus berurusan dengan polisi.

Keduanya ditangkap karena melakukan pembegalan terhadap seorang sopir taksi online di Karawang, Jawa Barat.

Pelaku yakni Adi Surya (21) dan istrinya, Bintang Sukma (21), sedangkan korbannya adalah Assruddin (55).

Aksi pembegalan yang dilakukan pasangan suami istri itu dilakukan pada 30 Mei 2021.

Baca juga: Begal Alat Vital di Aceh Ditangkap, Pelaku Ternyata Karyawan Honorer, Sasar Mahasiswi yang Jalan

Baca juga: 3 Pemuda Begal Bocah Kakak Adik di Palembang, Hasil Rampasan untuk Judi Online dan Berenang-senang

Diberitakan Kompas.com, saat itu, keduanya berangkat dari Banjarnegara menggunakan mobil sewaan.

Dengan mobil itu, mereka mengaku hendak pergi ke Banten mencari pekerjaan.

Ilustrasi begal
Ilustrasi begal ((Thinkstock))

Namun, saat tiba di Ciasem, Subang, mobil tersebut kehabisan bensin.

Keduanya kemudian meninggalkan mobil tersebut di pinggir jalan.

Kunci mobil masih menempel dan STNK berada di dalam mobil.

Kapolsek Telukjambe Timur, Kompol Oesman Imam Qomarudin mengatakan, keduanya kemudian menyewa taksi online yang dikendarai Asruddin di depan Pasar Induk Cikopo.

Keduanya meminta diantarkan ke Daerah Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe, Karawang.

Saat itu, alasan mereka kepada sopir taksi online itu hendak mengunjungi saudara.

"Ia menyewa taksi online menggunakan aplikasi dari seorang warga yang lewat saat itu," kata Oesman kepada wartawan di Mapolsek Telukjambe Timur, Selasa (3/7/2021), dilansir Tribun Jabar.

Kemudian, pasangan suami istri yang baru menikah itu justru mengarahkan mobil ke tempat pemakaman.

Adi kemudian pura-pura menelepon saudaranya.

Sementara sang istri memberi kode dan langsung mencekik sopir.

Pasutri pelaku pembegalan.
Pasutri pelaku pembegalan. (ist)

Adi lalu memukul dan menggigit korban.

"Si perempuan yang duduk di belakang korban kemudian mencekik korban."

"Yang laki-laki kemudian memukul kepala korban karena meronta, untuk melumpuhkan, tersangka laki-laki menggigit tangan korban," bebernya.

Tersangka Adi kemudian merebut posisi duduk korban.

Korban lalu membuka pintu mobil dan melarikan diri.

"Namun korban berhasil membuka pintu dan kabur. Korban berteriak dan meminta pertolongan," ujarnya.

Warga yang mendengar teriakan korban kemudian mendatanginya.

Mereka lalu mengejar mobil yang dikendarai pelaku.

Tak jauh dari tempat kejadian, kendaraan yang dibawa pelaku terperosok ke dalam lubang pinggir jalan.

Pelaku pun akhirnya bisa diamankan oleh warga tanpa perlawanan.

"Pada saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan disebabkan mobil hasil pencurian tersebut terperosok masuk ke dalam jalan yang berlubang di area pemakaman," ungkap Oesman.

Keduanya diketahui tidak membawa telepon genggam dan KTP.

Tersangka Adi membawa SIM, sedangkan istrinya hanya mengantongi paspor.

Kepada wartawan, tersangka Adi mengaku nekat melakukan aksinya karena kehabisan uang saat mobil yang dikendarainya kehabisan bensin.

"Kami kehabisan bensin," katanya, dikutip dari Tribunnews.com dengan judul Pasutri 21 Tahun Begal Taksi Online, Berawal Mobil yang Disewa Habis Bensin, hingga Ide sang Istri

Atas perbuatan mereka, keduanya dijerat Pasal 365 Ayat (1) KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan.

Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara.

"Jadi otaknya (pencurian) ini perempuannya," ujar Oesman.

Berita pembegalan lain

(Kompas/ Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya) (Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJabar.id/Cikwan Suwandi, Kompas.com/Farida Farhan)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved