Breaking News:

Kisah YI, Pinjam Uang Melalui Aplikasi Fintech Sampai Diiklankan 'Siap Digilir', Laporkan ke Polisi

Awalnya pinjam uang melalui aplikasi Fintech, YI (51) dipermalukan karena telat bayar hanya 2 hari dengan penyebaran poster dirinya 'siap digilir'.

Editor: Asytari Fauziah
Kompas.com
Aplikasi keuangan Fintech 

Alih-alih mendapat keringanan karena telat membayar pinjaman, justru YI diteror oleh oknum pinjaman online melalui pesan short message service (SMS) maupun WhatsApp (WA).

Tak hanya itu, poster foto dirinya disebar oleh oknum pinjaman online ke media sosial (medsos) dan grup WhatsApp.

Parahnya lagi, poster foto dirinya itu dituliskan siap digilir untuk melunasi utang sebesar Rp 1.054.000.

Padahal, grup WhatsApp tersebut selain ada dirinya juga terdapat kontak teman-temannya yang ikut meminjam di fintech Incash.

"Saya terus telpon teman-teman saya yang ada di grup itu. Mereka kemudian pada keluar grup," tandasnya.

Selain syok melihat poster foto dirinya disebar ke medsos, YI mengaku juga tidak masuk kerja hingga 15 hari karena merasa telah dipermalukan.

Ilustrasi: fintech, pinjaman online
Ilustrasi: fintech, pinjaman online (Shutterstock)

Bahkan YI sampai mendapat surat peringatan (SP) dari tempatnya bekerja karena lama tak masuk kerja.

YI melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Soloraya akhirnya melaporkan oknum pinjaman online Incash dan penyebar poster foto dirinya ke medsos tersebut kepada pihak berwajib.

"Kami sudah melaporkan melalui e-mail kepada beberapa situs termasuk ke Menteri Peranan Wanita, kemudian kepada Kominfor, Hukum dan HAM serta YLKI," kata Koordinator LBH Soloraya, I Gede Sukadenawa Putra.

"Ini semua kami tembusi agar masalah ini tidak menyatakan bahwa klien kami benar menawarkan diri.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved