Virus Corona

Penderita Covid-19 yang Sudah Sembuh Masih Bisa Terinfeksi Lagi, Ini Penjelasan WHO

Pejabat WHO mengatakan, tidak semua orang yang sembuh dari Covid-19 akan kebal atau imun terhadap infeksi kedua.

AFP/STR/CHINA OUT
Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. 

TRIBUNMATARAM.COM Banyak orang yang sudah berhasil sembuh melawan virus corona pada tubuh mereka.

Sempat muncul kabar jika sudah sembuh akan imun terhadap virus yang masih menyebar ini.

Namun ternyata pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hal lain soal pasien yang berhasil sembuh dari covid-19.

Pada Senin (13/4/2020), pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, tidak semua orang yang sembuh dari Covid-19 akan kebal atau imun terhadap infeksi kedua.

Cerita Pasien Sembuh Covid-19 Setelah Hampir Sebulan di Ruang Isolasi: Tenaga Medis Paling Sabar

Itu artinya, pasien yang telah sembuh bisa saja tidak mengembangkan kekebalan usai terinfeksi Covid-19.

"Sehubungan dengan pemulihan dan terinfeksi kembali, saya yakin kami tidak memiliki jawaban untuk itu. Itu tidak diketahui.

Demikian kata Dr. Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO dalam konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss.

Sebuah penelitian awal terhadap sejumlah pasien di Shanghai, China, mengungkap, beberapa dari mereka tak memiliki respons antibodi, di saat pasien lain mendapat respons antibodi yang besar. 

Warga Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, sempat menyambut kedatangan pasien positif covid-19 yang telah dinyatakan sembuh ke kampung halamannya, Sabtu (11/4/2020)
Warga Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, sempat menyambut kedatangan pasien positif covid-19 yang telah dinyatakan sembuh ke kampung halamannya, Sabtu (11/4/2020) (Kompas.com/Irwan Nugraha)

Fakta ini diungkapkan Dr. Maria Van Kerkhove, ilmuwan utama WHO untuk Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved