Virus Corona

Jangan Abaikan Kesehatan Jiwa saat Pandemi Covid-19, Coba Ciptakan Situasi yang Aman di Rumah

Pandemi virus corona (Covid-19) tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga menmpengaruhi kesehatan mental atau jiwa.

Oky Lukmansyah via Kompas.com
Petugas melakukan pengalihan jalur saat penutupan sebagian jalan protokol Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (22/3/2020) malam. Pemerintah Kota Tegal dan Polres Tegal hingga 14 hari mendatang melakukan lockdown lokal dengan menutup jalur Pantura yang melintasi Kota Tegal, akses masuk Alun-alun Tegal dan mematikan sebagian lampu jalan protokol guna pembatasan kendaraan yang akan masuk ke Kota Tegal dan mencegah adanya kerumunan massa di jalan untuk mencegah penyebaran COVID-19. 

TRIBUNMATARAM.COM - Pandemi virus corona (Covid-19) tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga menmpengaruhi kesehatan mental atau jiwa.

Karena penyebaran Covid-19 telah menimbulkan rasa takut dan kecemasan di tengah masyarakat.

Untuk itu, Psikiater dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ berikan tips jaga kesehatan jiwa di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Lahargo dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (1/5/2020).

Pertama yakni dengan membatasi informasi berlebihan terhadap berita-berita yang mungkin belum diketahui kebenarannya.

Psikiater dari Perhimpuninan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJ) Dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ
Psikiater dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ (YouTube BNPB Indonesia)

"Karena kecemasan, kekhawatiran itu bisa muncul akibat terlalu banyak menonton, mendengar, membaca informasi yang berlebihan," ujar Lahargo yang dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Jumat siang. 

Menurutnya, dengan mengambil jarak sejenak dari informasi tersebut dapat berdampak baik bagi kesehatan jiwa.

Selanjutnya, kata Lahargo, yakni memilah informasi yang didapatkan.

"Selalulah mendapatkan informasi yang akurat dari sumber yang terpercaya," kata Lahargo.

"Dengan membaca sumber yang keliru itu akan membuat kita lebih cemas, khawatir, dan memungkinkan untuk memunculkan masalah kesehatan jiwa," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved