Breaking News:

Zainab Nantikan Kehamilan 7 Tahun, Baru Lahirkan 4 Jam Bayinya Malah Meninggal karena Pembantaian

Setelah berjuang untuk hamil selama bertahun-tahun, Zainab (27) melahirkan bayi laki-laki pada Selasa pagi di sebuah rumah sakit kecil.

Editor: Asytari Fauziah
TribunManado
panduan puasa ibu hamil 

TRIBUNMATARAM.COM Setelah berjuang untuk hamil selama bertahun-tahun, Zainab (27) melahirkan bayi laki-laki pada Selasa pagi di sebuah rumah sakit kecil di sudut barat daya Kota Kabul.

Dia sangat gembira dan menamai putranya itu Omid, yang berarti 'harapan' dalam bahasa Dari.

Sekitar pukul 10 pagi, satu jam sebelum dia dan keluarganya bersiap untuk pulang ke provinsi Bamiyan yang dapat ditempuh dengan tiga jam perjalanan jauhnya, tiga pria bersenjata yang menyamar sebagai polisi menyerbu ke bangsal bersalin rumah sakit dan mulai menembak.

Zainab, yang bergegas kembali dari kamar mandi setelah mendengar keributan itu, pingsan ketika melihat penembakan itu.

Kronologi Pemuda Positif Virus Corona Setelah Ikut Ijtima Gowa, Tulari Ayah, Ibu dan Adik Bayinya

Dia telah berusaha memiliki anak selama tujuh tahun, menunggu sembilan bulan untuk bertemu putranya dan hanya memiliki empat jam bersamanya sebelum akhirnya bayinya itu terbunuh.

"Saya membawa menantu perempuan saya ke Kabul agar dia tidak kehilangan bayinya," kata Zahra Muhammadi, ibu mertua Zainab yang tidak bisa menahan kesedihannya.

"Hari ini kami akan membawa jenazahnya ke Bamiyan."

Anak-anak yang baru lahir yang kehilangan ibu mereka dalam serangan kemarin berbaring di ranjang di sebuah rumah sakit, di Kabul, Afghanistan 13 Mei 2020.
Anak-anak yang baru lahir yang kehilangan ibu mereka dalam serangan kemarin berbaring di ranjang di sebuah rumah sakit, di Kabul, Afghanistan 13 Mei 2020. (REUTERS / OMAR SOBHANI)

Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas pembantaian 24 orang, termasuk 16 wanita dan dua bayi baru lahir itu.

Ada pun enam bayi lainnya kehilangan ibu mereka dalam serangan yang telah mengguncang negara yang telah mati rasa oleh perang dan kekerasan militan bertahun-tahun.

"Dalam lebih dari 20 tahun karier saya, saya belum menyaksikan tindakan yang mengerikan dan brutal," kata Dr Hassan Kamel, direktur Rumah Sakit Anak Ataturk di Kabul.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved