Breaking News:

Virus Ebola

Merebak di Kongo dan Menimbulkan Keresahan di Tengah Pandemi, Ini Perbedaan Virus Ebola dan Corona

Kongo digegerkan lagi dengan adanya wabah virus ebola yang merebak di tengah pandemi virus corona, ini perbedaan dua virus ini yang sedang meresahkan.

Pixabay via Tribunnews.com
Perbedaaan Virus Ebola dan virus corona 

Virus Ebola

Satu botol obat Remdesivir terletak saat konferensi pers tentang dimulainya penelitian obat Ebola Remdesivir pada pasien yang sakit parah di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman utara pada 8 April 2020
Satu botol obat Remdesivir terletak saat konferensi pers tentang dimulainya penelitian obat Ebola Remdesivir pada pasien yang sakit parah di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman utara pada 8 April 2020 (Ulrich Perrey / POOL / AFP)

Dilansir dari laman resmi WHO, ebola adalah penyakit parah yang seringkali berakibat fatal pada manusia dan primata lainnya.

Virus ini ditularkan ke manusia dari hewan liar, seperti kelelawar buah, landak, dan primata non-manusia.

Lalu virus akan menyebar antar manusia lewat kontak langsung dari darah dan cairan tubuh lain.

Bisa juga melalui organ dari orang yang terinfeksi dan benda yang terinfeksi lainnya.

Waktu inkubasi virus ebola ini sejak virus masuk hingga timbul gejala adalah 2 sampai 21 hari.

Penularan virus ebola hanya terjadi jika sudah muncul gejala.

Kemudian berlanjut muntah, diare, ruam, gejala gangguan fungsi ginjal dan hati, dan dalam beberapa kasus perdarahan internal dan eksternal, misalnya keluar dari gusi, darah di tinja.

Tak seperti Corona, Hantavirus Masuk Virus Paling Mematikan di Dunia, Kasus 1 Gegara Kotoran Tikus

Dalam laman tersebut dijelaskan, belum ada pengobatan yang terbukti untuk ebola, tetapi pencegahan sejak dini dapat secara signifikan meningkatkan peluang bertahan hidup.

Vaksin Ebola eksperimental yang dikenal sebagai rVSV-ZEBOV terbukti sangat protektif terhadap virus mematikan dalam percobaan besar di Guinea pada 2015.

Halaman
1234
Penulis: Asytari Fauziah
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved