Breaking News:

Seorang Pasien Covid-19 Tunjukkan Gejala Parkinson, Tambahan Bukti Virus Corona Berdampak Serius

Sebuah studi kasus di The Lancet Neurology, mengungkap seorang pria tampak mengembangkan gejala yang mirip dengan penyakit Parkinson.

AFP/STR/CHINA OUT
Ilustrasi pasien virus corona 

Ia mengalami tremor ekstrem di sisi kanannya dan berkurangnya kemampuan mengekspresikan wajah (hipomimia).

Gejala Covid-19 termasuk kehilangan penciuman, atau anosmia, yang biasanya mendahului penyakit Parkinson, tetapi ini pertama kalinya seseorang mengembangkan parkinsonisme akibat infeksi Covid-19.

Nunung dan Lima Orang Lainnya Positif Covid-19, Adik Kandung: Bukan Aib, Gak Harus Ditutupi

Meskipun tidak dapat diketahui secara pasti, bahwa virus corona secara langsung menyebabkan penyakit pada pria yang tidak memiliki riwayat keluarga Parkinson atau faktor risiko mencolok lainnya, penulis studi menduga bahwa Covid-19 memainkan peran penting.

Menariknya, mereka berhipotesis bahwa pria itu memiliki susunan genetik yang membuatnya cenderung terkena parkinsonisme akibat infeksi Covid-19, meski mereka belum mengetahui apa faktor genetik itu.

Alasan yang lebih mungkin adalah, banyak faktor yang terlibat dengan infeksi Covid-19 menyebabkan stres dan penghambatan langkah-langkah perlindungan alami tubuh untuk neuron, yang mengakibatkan kematian neuron.

Kasus ini menambah bukti yang berkembang, bahwa Covid-19 dapat berdampak serius dan bertahan lama pada otak.

Bukti menunjukkan, infeksi menyebabkan kerusakan pada suplai darah otak, dengan sebuah penelitian pada bulan Juni yang juga diterbitkan di The Lancet menemukan, 31 persen orang dengan efek psikologis terkait Covid-19 telah mengubah keadaan mental, dengan 10 orang bahkan mengembangkan psikosis.

Namun para peneliti menekankan, bahwa sangat jarang virus benar-benar memasuki sistem saraf pusat.

Tetapi, gejala gangguan neurologis mungkin terjadi, akibat sistem kekebalan yang berperang melawan infeksi.

UPDATE Virus Corona Nasional 23 September 2020

Halaman
1234
Editor: Asytari Fauziah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved