Breaking News:

Virus Corona

Daftar Komorbid atau Penyakit Bawaan yang Bisa Memperparah Kondisi Jika Pasien Terpapar Covid-19

Simak dan wajib jadi perhatian penyakit bawaan atau komorbid yang bisa jadi memperparah kondisi pasien yang terpapar virus corona, apa saja?

Penulis: Asytari Fauziah | Editor: Asytari Fauziah
brightside.me
Pasien virus corona yang diperparah dengan penyakit bawaan atau komorbid 

4. Penyakit jantung koroner

6. Tuberkulosis

8. Penyakit kronis lain

10. Penyakit terkait geriartri

"Ketika orang dengan komorbid tersebut terkena Covid-19, maka ada risiko cukup tinggi untuk mengalami gejala parah," kata Bayu seperti dikutip dari Kompas.comSenin (12/10/2020).

Gejala parah atau severe Covid-19 terjadi karena interaksi efek dari Covid-19 dengan komorbid.

Berita Sebelumnya

Kematian karena Covid-19 di Indonesia yang Tertinggi di Asia Tenggara, penyebabnya karena Komorbid

Di Asia Tenggara, kematian karena virus corona di Indonesia disebut yang tertinggi, salah satu penyebabnya karena komorbid, ini penjelasan lengkapnya.

Virus corona mulai diketahui masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020.

Kini Indonesia juga disebut sebagai negara kedua tertinggi di Asia Tenggara setelah Singapura.

Singapura memiliki pasien positif covid-19 yang terkonfirmasi mencapai 39.850 kasus.

 Termakan Hoaks Media Sosial, Jenazah Positif Corona Diambil Paksa hingga Puskesmas Nyaris Dibakar

 TREN BARU Penularan Corona dari Rumah ke Rumah di Bekasi, Bukan Lagi Lewat Batuk Atau Bersin!

Sedangkan di Indonesia per data Jumat, 12 Juni 2020 mencapai 36.406 kasus.

Meski demikian, angka kematian Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara dan Asia Timur, di luar China.

Ilustrasi peta penyebaran Covid-19 - Simak update corona di dunia per 16 April 2020, angka kematian di Indonesia tertinggi di wilayah Asia Tenggara.
Ilustrasi peta penyebaran Covid-19 - Simak update corona di dunia per 16 April 2020, angka kematian di Indonesia tertinggi di wilayah Asia Tenggara. (RT Magazine)

Hingga Jumat kemarin, tercatat ada 2.048 kasus kematian akibat virus corona di Indonesia.

Sementara, Singapura yang jumlah kasus infeksinya lebih tinggi, mencatatkan 25 kematian.

Sejumlah pihak menganggap jumlah kematian sebenarnya lebih besar dari yang dilaporkan pemerintah.

Rasio kematian di Indonesia (5,6 persen) di atas rata-rata rasio kematian negara-negara lain di Asia Tenggara di kisaran 2,7 persen.

Epidemiolog yang juga Juru Bicara Satgas Covid-19 Rumah Sakit UNS Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, sebagian besar kasus kematian di Indonesia karena adanya penyakit penyerta atau komorbid pada pasien Covid-19.

Adanya komorbid atau penyakit penyerta tunggal mencapai 26,34 persen.

Sedangkan pasien yang meninggal karena penyakit penyerta ganda bisa lebih dari 50 persen.

 Curhat Pilu Dokter Corona di Jawa Timur : Saya Menangis Tiap Hari Dapat Laporan Pasien Meninggal

Namun untuk pasien yang meninggal dunia karena murni penyakit virus corona sebanyak 7,31 persen.

"Disampaikan bahwa angka kematian dengan kelompok tanpa komorbid itu jumlah meninggal proporsinya 7,31 persen.

Untuk kelompok dengan komorbid tunggal itu angkanya 26,34 persen.

Sementara dengan komorbid ganda, lebih dari satu penyakit itu 50 persenan," kata Tonang, seperti dikutip TribunMataram.com dari Kompas.com, Jumat (12/6/2020).

Tonang juga mengatakan jika angka kematian tanpa penyakit penyerta, angkanya relatif rendah dibandingkan laporan beberapa negara lain yang mencapai 20 persen.

Ia juga menambahkan hal ini karena adanya respon berlebihan dari imun tubuh pasien yang akhirnya membahayakan nyawanya.

"Kenapa terjadi, walaupun tidak ada komorbid, tapi kalau respons imunnya itu memang memberikan reaksi yang disebut badai sitokin, maka akhirnya membawa pasien ke dalam kondisi yang tidak dapat ditolong," jelas dia.

Menurut dia, seseorang tanpa komorbid tidak menjamin memiliki imun yang kuat.

 21 Warga Kontak Langsung dengan Pasien Positif Corona Tolak Jalani Rapid Test, Kini Rasakan Imbasnya

Soal kemungkinan kematian disebabkan oleh telatnya penanganan, Tonang mengatakan, pasien yang ada saat ini cenderung dalam cakupan pasien.

Kendati demikian, dia tak menafikkan fakta tentang rumah sakit yang sangat penuh di awal pandemi dulu.

Tonang menjelaskan, total pasien yang diumumkan pemerintah tersebut tidak semuanya dirawat di rumah sakit.

Terlebih, mayoritas pasien baru saat ini merupakan pasien dengan gejala ringan dan OTG yang tak perlu mendapatkan perawatan rumah sakit.

Tonang pun berharap agar pemerintah terus meningkatkan jumlah tes seperti dalam beberapa hari terakhir ini.

"Ini berarti, kita yakin dengan pemeriksaan PCR yang tinggi maka lama kelamaan persentase yang meninggal itu akan semakin rendah," kata Tonang.

Oleh karena itu, laporan infeksi harian yang cenderung tinggi dalam beberapa waktu terakhir diharapkan mampu menekan rasio kematian Indonesia dan bisa setara dengan negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, jika melihat data pasien meninggal di covid19.go.id, ada data mengenai kondisi penyerta pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Akan tetapi, data yang tersaji hanya data sekitar 3 persen pasien.

Data pasien Covid-19 di laman covid19.go.id
Data pasien Covid-19 di laman covid19.go.id (covid19.go.id)

Sekitar 14 persen pasien meninggal dunai memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Sedangkan 11 persen karena diabetes melitus dan 7 persen karena memiliki riwayat penyakit jantung.

Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito membenarkan bahwa data yang ditampilkan pada laman covid19.go.id baru sekian persen.

Ada beberapa alasan mengapa data yang tersaji masih sangat minim.

Pertama, karena fasilitas kesehatan yang merawat pasien belum mengisi data pasien secara lengkap.

Kedua, pasien memang tidak memiliki komorbid

(TribunMataram.com/ Asytari Fauziah) (Kompas.com/ Vina Fadhrotul Mukaromah/ Ahmad Naufal Dzulfaroh)

Artikel ini telah tayang di Tribunnewsmaker.com dengan judul Daftar Penyakit Bawaan atau Komorbid yang Memperparah Kondisi Pasien Jika Terpapar Virus Corona.

Sumber: Tribun Mataram
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved