Breaking News:

Gegara Dipicu Cemburu, 6 Anak Punk Aniaya Teman hingga Tewas, Mayat Ditemukan di Sungai

Polisi akhirnya berhasil menangkap enam anak punk yang terlibat pembunuhan di lapangan di Desa Cigedog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

(KOMPAS.com/Tresno Setiadi)
Kanit I Satreskrim Polres Brebes Aiptu Titok Ambar Pramono saat menginterogasi anak punk sebelum akhirnya diamankan sebagai terduga pelaku pembunuhan di sebuah rumah singgah di Kota Tegal, Rabu (14/10/2020) (Dok: Polres Brebes) 

Komunitas Punk seringkali dianggap sebelah mata, berandalan, dan tidak taat norma.

Mereka seolah terasing dalam bermasyarakat.

Namun, di Kota Salatiga, komunitas Punk terus bergerak untuk mengubah stigma itu.

Selama Ramadhan tahun ini, secara rutin komunitas tersebut membagikan takjil di beberapa sudut kota, membuka dapur umum, dan membagikan pakaian layak pakai.

Datuk, salah seorang anggota komunitas Punk, mengatakan, kegiatan solidaritas itu berawal dari inisiatif yang tercetus secara spontan saat wabah Covid-19 merajalela di Indonesia.

"Kami kolektifan atau patungan, mulai dari Rp 25.000, ada yang menyumbang sembako atau bahan pangan lain. Kita masak dan bagikan kepada yang lebih membutuhkan daripada kami," ungkap Datuk, di Selasar Kartini,  Sabtu (23/5/2020).

Kegiatan mengolah bahan makanan dilakukan di dapur umum yang didirikan di kompleks Terminal Tamansari.

Setiap hari, mereka mampu menyediakan 50 hingga 100 porsi makanan.

"Tapi jika sedang on, seperti minggu kemarin itu, bisa sampai 350 porsi," kata Datuk.

Setelah kegiatan ini berjalan, sumbangan mulai berdatangan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved