Berita Terpopuler
POPULER Sebulan Hilang Misterius, 3 Bocah di Langkat Belum Ditemukan, Polisi : Tak Ada Tanda Dibunuh
Fakta baru misteri tiga bocah hilang di Langkat, diduga diculik, tak ada tanda-tanda dibunuh.
TRIBUNMATARAM.COM - Fakta baru misteri tiga bocah hilang di Langkat, diduga diculik, tak ada tanda-tanda dibunuh.
Sudah 30 hari ketiga bocah sebaya di Langkat hilang misterius.
Ketiganya hilang saat sedang bermain bersama.

Baca juga: POPULER Penderitaan Orangtua 3 Anak yang Hilang Misterius, Ibu Terus Menangis, Ayah Tak Bisa Bekerja
Baca juga: Balita di Langkat Tewas Disulut Rokok & Digantung di Pohon oleh Ayah Tiri, Ibu Ikut Kubur di Bukit
Polisi masih terus berusaha mencari petunjuk berarti untuk menemukan tiga bocah di Dusun VI Pulka, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Langkat, yang hilang misterius.
Dugaan sementara polisi adalah ketiga korban diculik. Hal itu terungkap setelah polisi memeriksa 42 saksi.
Seperti diketahui, ketiga bocah berusia 7 tahun tersebut berinisial NZ, YG dan ZH.
Terakhir, mereka diketahui bermain di tengah areal perkebunan di Dusun Pulka VI, pada hari Minggu (18/11/2020).
Berikut ini fakta lengkapnya:
1. Sudah 30 hari hilang
Menurut polisi, pencarian terhadap ketiga bocah itu terus dilakukan setiap hari.
Kasatreskrim Polres Langkat, IPTU Said Hussein menjelaskan, untuk sementara belum ada petunjuk berarti.
Dugaan pembunuhan, menurut Said, juga belum dipastikan. Said justru mengarah kasus tersebut adalah kasus penculikan.
"Dugaan sementara lebih ke penculikan karena dari hasil pemeriksaan saksi dan petunjuk-petunjuk. Perlu diarahkan ke sana karena terkait pembunuhan belum ada sama sekali," katanya.
Menurut Said, sudah ada 42 saksi telah diperiksa keterangannya.
2. Dibantu Polda Sumut
Polres Langkat menjelaskan, selain tim penyidik dari Mapolres Langkat, tim Polda Sumur juga diterjunkan untuk membantu penyelidikan kasus tersebut.
Tim khusus pun dibentuk dari unsur Polda Sumut, Polres Langkat dan Polsek Salapian.
"Bukan ditangani Polda tapi dibantu sama Polda. Sudah dibentuk tim baru gabungan polda, polres dan polsek, mohon doanya," katanya.
3. Penantian orangtua
Sementara itu, Sarkim, orangtua salah satu korban mengatakan, pihak keluarga dan masyarakat juga terus melakukan pencarian.
Entah mengapa, titik terang keberadaan para korban juga belum diketahui.
Para orangtua hanya bisa berdoa agar ketiga anak mereka segera diketahui nasibnya.
"Kami bagaimana ya, hanya bisa terus berdoa lah. Mudah-mudahan secepatnya ditemukan. Kami pun tak tahu harus bagaimana lagi," ungkapnya.
4. Anjing pelacak dikerahkan
Selain memeriksa keterangan para saksi, polisi juga mengerahkan anjing pelacak.
Menurut Kapolsek Salapian Iptu Sutrisno, pencarian terus dilakukan setiap hari.
"Kami dari kepolisian proses masih terus melakukan penyelidikan. Pencarian terus dilakukan," ujar Kapolsek Salapian, Iptu Sutrisno ketika dikonfirmasi melalui telepon pada Kamis (5/11/2020).
Ibu Terus Menangis, Ayah Tak Bisa Kerja
Hilangnya tiga bocah di Langkat, Sumatera Utara secara misterius masih menjadi tanda tanya.
Tiga orang bocah bernama Nizam, Zahra dan Yogi itu masih terus dicari meski sudah 19 hari menghilang.
Sayangnya, keberadaan ketiga anak berusia tujuh tahun itu tak kunjung diketahui.
Hilangnya mereka meninggalkan derita dalam bagi para orangtuanya.
Baca juga: Keluarga Histeris & Sebut Mata Jenazah Keluarga yang Positif Covid19 Berdarah & Hilang, Ini Faktanya
Baca juga: Terulang Lagi, Ibu di Mataram NTB Kehilangan Bayi karena Rumah Sakit Memaksanya Jalani Rapid Test
Sang ayah: kami cari pagi hingga malam

Kesedihan dirasakan oleh Alamsyah Saputra (41) dan istrinya, Masdiani.
Kini tiada hari mereka lewati tanpa mencari keberadaan sang anak, Zahra.
Mulai dari menyusuri parit hingga berjalan berkilo-kilometer dilakoninya demi bisa berjumpa dengan sang buah hati.
"Kemana-mana sudah dicari. Semua kerja keras, keluarga, Polres Langkat dan Polsek Salapian, warga, relawan terus mencari dari pagi sampai malam," kata dia pilu.
Bahkan lantaran tak kunjung ditemukan, sang istri Masdiani terus menangis, tak tahan jika teringat sosok anaknya.
Pekerjaan Alamsyah pun menjadi terbengkalai lantaran tenaga, waktu dan pikirannya hanya tercurah untuk menemukan putri bungsunya yang hilang.
"Saya pun tak tahu bagaimana. Tidak ada penghasilan, tapi ada orang-orang yang berbaik hati datang memberi sesuatu untuk beli beras dan segala macam," kata dia.

Bermain dengan anak-anak lain, tiga anak menghilang
Alamsyah masih ingat, Minggu (18/10/2020) pagi putrinya berpamitan untuk bermain.
Seperti biasanya, Zahra membawa handphone dan pergi ke rumah tetangganya yang memiliki WiFi. Ia pergi sekitar pukul tujuh pagi.
Anak-anak itu sempat bermain di sekitar perkebunan. Sebab, di sana ada alat berat beko yang sedang beroperasi mengorek parit.
"Bahkan anak saya juga sempat memvideokan beko itu ngorek parit perkebunan," tutur Alamsyah.
Sekitar pukul 10, anaknya sempat pulang untuk meletakkan ponsel. Namun kemudian, Zahra kembali pergi.
"Sekitar jam 10, anak saya ini pulang letak HP langsung pergi lagi nengok beko itu," tutur dia.
Putrinya yang biasanya kembali untuk makan siang di rumah, ternyata tak kunjung pulang sejak hari itu.
Menurut informasi, ada sekitar 6 hingga 9 orang anak yang bermain, namun ternyata tiga di antaranya menghilang.
Ingin anak segera ditemukan

Tak hanya Alamsyah, Sarkim, orangtua Nizam juga melakukan hal yang sama.
Ia terus mencari keberadaan putra pertamanya tersebut.
Sarkim mengatakan, anaknya sempat diketahui menonton alat beko, namun tak pernah pulang ke rumah.
Upaya terus dilakukan Sarkim demi menemukan keberadaan putranya.
"Tapi apa daya. Kita pun masih mencari di mana dia. Pencarian sampai sekarang masih dilakukan. Cuman gitu tak ada hasilnya juga," kata dia.
Dengan lirih, Sarkim berharap agar anaknya dan dua bocah lainnya yang menghilang misterius segera ditemukan.
"Satu yang kami inginkan, anak saya diketemukan," tutur dia.

Pencarian melibatkan banyak pihak
Sekitar tiga pekan lalu, tiga anak berusia 7 tahun hilang di wilayah perkebunan di Dusun VI Pulka, Desa Namanjahe, Kecamatan Salapian, Langkat.
Pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
Namun hingga hari ke-19, keberadaan anak-anak itu belum diketahui.
Polisi bahkan telah menerjunkan personel hingga menurunkan anjing pelacak untuk menemukan bocah-bocah itu.
"Kami dari kepolisian proses masih terus melakukan penyelidikan. Pencarian terus dilakukan," ujar Kapolsek Salapian, Iptu Sutrisno
(Kontributor Medan, Dewantoro)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus 3 Bocah Hilang di Langkat Belum Ada Titik Terang, Ini 4 Faktanya"
dan judul "Derita Orangtua yang Kehilangan 3 Anak Mereka Secara Misterius: Kami Cari dari Pagi sampai Malam"
BACA JUGA Tribunnewsmaker.com dengan judul Sebulan 3 Bocah Hilang Misterius di Langkat, Diduga Diculik, Tak Ada Tanda-tanda Pembunuhan