Breaking News:

Kasus Jual Beli Surat Swab Test Palsu: Pelaku Pegawai Klinik dan Lab Hingga Dijual Rp 75 - 90 Ribu

Polisi ungkap beberapa fakta terkait kasus surat tes swab palsu. Mereka menyebut ada keterlibatan orang dalam.

media persija
Ilustrasi swab test 

TRIBUNMATARAM.COM - Polisi ungkap beberapa fakta terkait kasus surat tes swab palsu.

Mereka menyebut ada keterlibatan orang dalam.

Berikut ulasan lengkapnya.

Polda Metro Jaya mengungkap kasus jual beli surat hasil tes swab antigen dan PCR palsu.

Polisi telah mengamankan delapan orang dan ditetapkan sebagai tersangka, satu di antaranya masih di bawah umur.

Ternyata, dalam pembuatan surat tes swab antigen dan PCR palsu ini ada peran orang dalam.

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan pembuat surat hasil tes swab palsu, hingga orang yang memesan.

Baca juga: PENTING Swab Antigen Dulu Sebelum Setor Identitas Pribadi Penumpang Sriwijaya Air SJ182 ke RS Polri

Baca juga: Namanya Ada di Daftar Manifes, Paulus Batal Naik Sriwijaya Air karena Enggan Bayar Tes Swab Mahal

Baca juga: Cerita Calon Penumpang yang Batal Naik Sriwijaya Air SJ 182: Pilih Refund karena Tak Bawa Hasil Swab

Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/1/2021) saat rilis kasus pemalsuan surat bebas Covid-19.
Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/1/2021) saat rilis kasus pemalsuan surat bebas Covid-19. (Tribunnews/ Reza Deni)

Berikut adalah lima fakta seputar kasus jual beli surat hasil tes swab antigen dan PCR palsu yang dirangkum TribunJakarta.com:

1. Anak Di Bawah Umur Terlibat

Delapan tersangka yang diamankan Polda Metro Jaya adalah RSH (20), RHM (22), IS (23), MA (25), SP (38), MA (20), Y (23), dan DM.

Halaman
1234
Editor: Irsan Yamananda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved