Breaking News:

Belasan Remaja di Semarang Malah Balap Liar Saat 'Jateng di Rumah Saja', Begini Nasibnya Sekarang

Bukannya jaga jarak di rumah, belasan remaja ini justru balap liar saat Jateng di Rumah Saja.

Editor: Irsan Yamananda
Kompas/ Taufiqqurahman
Ilustrasi balap liar 

TRIBUNMATARAM.COM - Bukannya jaga jarak di rumah, belasan remaja ini justru balap liar saat Jateng di Rumah Saja.

Akibatnya, mereka diringkus oleh pihak berwajib.

Begini nasibnya sekarang.

Polisi menangkap belasan orang remaja yang nekat melakukan balap liar saat penerapan gerakan " Jateng di Rumah Saja".

Selain itu, polisi turut diamankan 16 sepeda motor dan 13 ponsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo mengatakan, razia balap liar tersebut dilakukan pada Minggu (7/2/2021) sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

 

"Ada beberapa lokasi yang biasa digunakan untuk balap liar, yakni seputaran GOR Wujil, jalan depan Undaris, jalan depan kantor BPK, seputaran Merakmati, dan JLA di area Kampung Rawa," jelasnya dalam gelar kasus di Mapolres Semarang, Senin (8/2/2021).

Buat Video Promosi Program Jateng di Rumah Saja, Ganjar Pranowo: Saudara-saudaraku, Hanya Dua Hari

Pikirkan Pedagang, Bupati Batang Bolehkan Pasar Buka Saat Jateng di Rumah Saja, Ganjar: Tutup Saja

Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo menunjukkan sepeda moto balap liar
Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo menunjukkan sepeda moto balap liar (KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA)

Ari mengatakan, balapan liar tersebut ada yang menggunakan taruhan.

"Kalau ada taruhan kodenya 'mainan' kalau yang tanpa taruhan disebut 'liaran.' Ini Satreskrim juga melakukan pendalaman karena ada juga membawa senjata tajam," tegasnya.

Selain pembalap dan penonton, pemeriksaan juga dilakukan terhadap mekanik atau bengkel tempat pembalap liar tersebut mengubah bentuk asli sepeda motornya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved