Breaking News:

Pembunuh Wanita Muda karena Tolak Hubungan Badan Juga Dikenai Denda Adat, Bayar 1,8M dalam 6 Bulan

Kepala Lembaga Adat Besar, Kutai Barat, Manar Dimansyah menuturkan pihaknya memberi waktu enam bulan untuk menyelesaikan denda itu.

(Dok. Polres Kutai Barat)
Polres Kutai Barat saat memberi keterangan pers di Kutai Barat, Kaltim, Selasa (02/02/2021). 

TRIBUNMATARAM.COM - Pembunuhan wanita muda di Kutai Barat, Kalimantan Timur tak cuma berhadapan dengan hukum pidana.

Ia juga diganjar hukum adat dengan membayar denda sebanyak Rp 1,8 miliar.

Ialah MM (21) pembunuh wanita muda, MS (20) di Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Kepala Lembaga Adat Besar, Kutai Barat, Manar Dimansyah menuturkan pihaknya memberi waktu enam bulan untuk menyelesaikan denda itu.

“Jika dalam waktu enam bulan tak dapat merealisasikan itu maka diharap koordinasi lembaga adat untuk membicarakan hal-hal lebih lanjut," ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/2/2021).

“Saya tegaskan bahwa tidak ada pengusiran untuk menepis semua informasi yang berkembang. Jika tak mampu membayar diharap hadap lembaga adat untuk membicarakan lebih lanjut,” sambung dia.

Polres Kutai Barat saat memberi keterangan pers di Kutai Barat, Kaltim, Selasa (02/02/2021).(Dok. Polres Kutai Barat)
Polres Kutai Barat saat memberi keterangan pers di Kutai Barat, Kaltim, Selasa (02/02/2021).(Dok. Polres Kutai Barat) ()

Manar merinci total denda itu dihitung dari denda membayar 4.120 buah antang atau guci senilai Rp 1,6 miliar dengan harga satuan ditaksir Rp 400.000 per buah.

Baca juga: Sumani Akui Khilaf Bunuh 4 Orang Keluarga Anom Subekti karena Harta, Balok Kayu 5 kg Jadi Senjata

Baca juga: Pembunuh Keluarga Seniman Anom Subekti Bantah Coba Bunuh Diri, Ngaku Keracunan Pestisida di Makanan

Selain guci, pelaku juga didenda membiayai ritual kematian senilai Rp 250 juta, sehingga ditotal menjadi Rp 1,8 miliar. 

"Bagi orang Dayak menghilangkan nyawa orang itu dikenakan hukum Adat Bolit Mate Nawar Uman. Standar bayar pakai guci atau antang,” jelas dia.

Sementara upacara kematian bagi orang Dayak, agar arwah korban harus diantar ke tempat peristirahatan yang paling baik.

Halaman
1234
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved