Breaking News:

9 Preman Rusak Warung di Lampung Hingga Luluh Lantak, Bawa Sajam & Minta Pedagang Pergi dari Lokasi

Kronologi lengkap 9 preman obrak-abrik warung di Lampung hingga luluh lantak.

Editor: Irsan Yamananda
Regional Kompas.com
Ilustrasi - 9 preman bawa senjata tajam dan obrak-abrik warung di Lampung. 

Sebelumnya, empat orang pelaku juga sudah diringkus petugas.

Mereka antara lain, Ubaid, Ferdiansyah, Rizky, dan Yabes. Mereka ini ditangkap di sekitaran Bungurasih beberapa jam setelah kejadian.

“Dari hasil penyidikan petugas, pelaku utamanya adalah orang enam tersebut.

Memang ketika kejadian ada lebih dari sepuluh orang di lokasi, namun lainnya tidak sampai ikut menganiaya korban.

Mereka juga sempat diamankan petugas, namun hanya sebagai saksi,” urai Sumardji.

Para pelaku itu, menurut dia, bisa dibilang adalah para preman yang biasa mangkal di kawasan Bungurasih.

Mereka juga disebut-sebut kerap meresahkan masyarakat dan warga di sekitaran terminal.

Dalam pemeriksaan di Sat Reskrim Polresta Sidoarjo, para pelaku mengaku bahwa pemukulan atau penganiayaan itu dipicu teriakan salah satu pelaku yang meneriki maling kepada korban.

“Menurut keterangan para pelaku, korban sempat naik motor riwa-riwi alias bolak-balik di kawasan itu.

Kemudian ada satu satu pelaku meneriaki maling, lantas mendekati korban,” lanjut Sumardji.

 Dendam Dihamili saat Tak Sadar, Gadis 20 Tahun di Kediri Ajak 5 Teman Keroyok Pacarnya hingga Kritis

Sempat terjadi cekcok mulut antara korban dan para pelaku.

Karena ada salah satu pelaku yang langsung memukul, pelaku lainnya pun ikut menganiaya korban beramai-ramai sampai korban mengalami luka di wajah, kepala, dan beberapa bagian tubuhnya.

Di sisi lain, diketahui bahwa korban modar-mandir di sana karena mencari hotel.

Pada sore hari, korban sempat menginap di salah satu hotel di kawasan terminal.

Tapi karena masih berstatus pendidikan dan ada perintah untuk kembali ke markas, dia pun kembali ke tempat tugasnya.

Nah, saat dini hari itu, korban kembali ke sana untuk mencari hotelnya.

“Korban bermaksud mengambil barangnya yang ketinggalan di hotel.

Tapi karena hotel di kawasan terminal kan kecil-kecil, sehingga korban kesulitan mencari tempatnya lantaran dia bukan orang sini. Karena itu dia mondar-mandir,” papar kapolres seperti dikutip dari Surya.co.id dengan judul Pengakuan Enam Preman Terminal Bungurasih Sidoarjo Keroyok Anggota TNI hingga Babak Belur.

Hanya gara-gara melihat korban yang mondar-mandir itulah, preman-preman terminal yang sedang nongkrong di warung itu berulah.

Di antara mereka menerika maling, kemudian beramai-ramai memukuli korban hingga babak belur.

Berita soal premanisme lainnya

(Kompas/ Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved