Awalnya Pucat Dikira Suruh Tutup, Wajah Pedagang Kerak Telor Berubah Saat Kapolda Borong Dagangannya

Wajah pucat pedagang kerak telor ini berubah jadi senyuman bahagia saat tahu Kapolda Riau memborong dagangannya.

Editor: Irsan Yamananda
Istimewa
Ilustrasi - Pedagang kerak telor di Riau kaget jualannya diborong Kapolda Riau 

Pedagang kaki lima alias PKL hanya boleh jualan hingga pukul 21.00 WIB.

Wajah pucat Yanti seketika berganti senyuman. Pasalnya, dagangannya diborong semua oleh Kapolda Riau.

"Bu, saya Kapolda Riau. Dagangan ibu saya borong semua, ya.

Berapa semuanya? Tapi, setelah ini pulang ke rumah.

Besok kalau jualan lagi pakai take away (bungkus) aja, ya untuk mencegah penularan Covid-19. Selalu terapkan protokol kesehatan," tutur Kapolda Riau.

Yanti bergeming sejenak mendengar kata diborong semua.

Dengan nada sedikit kaku, ia menjawab semua dagangannya seharga Rp 1,3 juta.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Senen: Ponsel Meledak, Pengemudi Panik Hingga Tabrak Ruko & Pedagang Es Buah

Kapolda Riau langsung membanyar kontan kepada ibu empat anak itu.

Bahkan, Kapolda Riau juga menawarkan kepada Yanti dan suaminya untuk berjualan di Markas Polda (Mapolda) Riau di Jalan Pattimura, Kota Pekanbaru.

"Besok pagi (pagi ini) silakan berjualan di Polda Riau jam 10.00 WIB.

Di sana banyak polisi yang beli dagangan ibu. Kalau belum vaksin sekalian vaksin," ujar Agung.

Yanti dan dan suaminya kompak mengiyakan.

"Iya, Pak Kapolda. Insya Allah kami datang," jawabnya.

Selama penerapan pengetatan PPKM di Pekanbaru, kepada Kompas.com Yanti mengaku sepi pembeli kerak telor.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved