Breaking News:

Buah Pisang

Konsumsi Pisang saat Pandemi, 6 Kandungannya Ini Bawa Banyak Khasiat, Termasuk Percepat Pemulihan

Tak hanya enak rasanya, pisang juga mengandung banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan.

Thinkstock via Tribunnews
Buah pisang memiliki manfaat ajaib yang tak banyak orang tahu. 

TRIBUNMATARAM.COM - Konsumsi pisang saat pandemi, berikut sederet manfaatnya.

Inilah kandungan pisang yang membuatnya dijuluki superfood.

Nutrisi dalam pisang membuatnya dijuluki superfood.

Pisang termasuk satu di antara buah yang banyak digemari masyarakat Indonesia.

Buah ini bisa dikonsumsi langsung ataupun diolah dengan bahan-bahan lainnya.

Tak hanya enak rasanya, pisang juga mengandung banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan.

Mengutip dari laman www.hsph.harvard.edu, pisang bahkan dijuluki superfood oleh American Medical Association.

Alasannya, pisang dapat menjadi asupan bergizi bagi anak-anak dan makanan terapi bagi penderita celiac disease.

Menghadapi masa pandemi, kamu tentunya membutuhkan makanan yang bernutrisi untuk menopang daya tahan tubuh.

Nah, pisang dapat menjadi pilihan buah untuk dikonsumsi.

Baca juga: Bahaya Buah Pisang bagi Pemilik Kondisi Tubuh Ini, Bisa Menyebabkan Peradangan hingga Rusak Gigi

Baca juga: Idap 5 Penyakit Ini, Hindari Makan Buah Pisang! Bisa Memperparah Kondisi

Sebab, beberapa kandungan nutrisi dalam pisang ternyata esensial untuk menjaga tubuh agar tetap prima di masa pandemi.

Apa saja nutrisi tersebut?

Yuk, simak penjelasan berikut.

1. Serat

Melansir laman The Associated Press, 80 persen sistem kekebalan tubuh berada di sistem pencernaan.

Oleh karenanya, kesehatan sistem pencernaan menentukan kondisi sistem kekebalan tubuh.

Serat menjadi salah satu nutrisi penting yang dapat menjaga kesehatan dan memperlancar sistem pencernaan.

Kembali mengutip laman yang sama, serat dapat membantu tubuh mengidentifikasi bakteri jahat (patogen) yang berasal dari makanan yang dikonsumsi.

Pisang merupakan salah satu buah dengan kandungan serat yang tinggi. 

Dikutip dari laman Healthline, dalam 100 gram pisang terkandung 10 persen atau sekitar 2,6 gram serat.

Kandungan serat pada pisang juga dapat membantu menurunkan kolesterol dan mengontrol gula darah saat makanan dicerna.

Dengan demikian, konsumsi makanan tinggi serat seperti pisang dapat mengurangi risiko timbulnya penyakit komorbid yang dapat memperparah gejala Covid-19, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Kembali mengutip laman Healthline, asupan serat yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 25-38 gram per hari.

Sementara, untuk anak-anak adalah 14-31 gram per hari.

2. Vitamin C

Selain kaya akan serat, pisang juga kaya akan vitamin C.

Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), setiap 126 gram pisang mengandung 15 persen vitamin C.

Sebagai informasi, vitamin C dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara mendorong produksi sel darah putih.

Selain itu, vitamin C juga berfungsi untuk melindungi sel imun dari radikal bebas.

3. Vitamin K

Meski jumlahnya tidak banyak, pisang mengandung vitamin K.

Dikutip dari laman myfooddata.com, dalam 105 gram pisang terdapat sekitar 0,6 mikrogram vitamin K.

Vitamin ini sempat ramai diperbincangkan karena dapat membantu mempercepat pemulihan pasien Covid-19. 

Seperti diketahui, Covid-19 dapat menyebabkan berbagai gangguan di dalam tubuh, salah satunya pembekuan darah.

Sementara itu, vitamin K yang diserap oleh tubuh dapat membantu memproduksi protein untuk mengontrol pembekuan darah sehingga dapat mengurangi risiko gejala berat pada pasien Covid-19.

4. Senyawa Triptofan

Mengonsumsi pisang dapat memperbaiki suasana hati.

Sebab, pisang mengandung senyawa triptofan yang dapat memproduksi serotonin atau yang biasa disebut dengan hormon bahagia di otak manusia. 

Melansir laman Healthline, Senin (19/8/2019), keseimbangan serotonin berperan untuk mengontrol suasana hati agar tetap stabil, mengurangi stres dan cemas berlebih, serta mencegah risiko depresi.

Untuk diketahui, stres, cemas, dan depresi dapat menyebabkan daya tahan tubuh melemah.

Dikutip dari laman Simply Psychology, kondisi mental yang tidak stabil dapat merangsang otak untuk melepaskan kortikosteroid atau hormon stres.

Sementara, hormon stres yang diproduksi oleh tubuh dapat menekan produksi sel darah putih sehingga antibodi tubuh melemah.

Dengan mengonsumsi pisang, tubuh akan terdorong untuk memproduksi serotonin yang dapat menahan pelepasan hormon stres.

5. Vitamin B Kompleks

Pisang juga kaya akan vitamin B kompleks yang terdiri atas B1, B3, B4, B5, B6, dan B9.

Secara umum, vitamin B kompleks merupakan “bahan bakar” agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Asupan vitamin B kompleks yang cukup dapat meningkatkan kinerja saraf dan organ tubuh, seperti otak, mata, pencernaan, dan jantung.

Selain itu, vitamin tersebut dapat menjaga metabolisme tubuh, meningkatkan imun, dan membantu pemulihan sel-sel dalam tubuh.

6. Zinc

Meski dalam jumlah yang sedikit, kandungan zinc pada pisang memiliki peran penting bagi kesehatan tubuh.

 Zinc dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang berperan sebagai pembentuk sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, zinc juga dapat mempercepat proses penyembuhan saat tubuh diserang penyakit, menjaga kesehatan otak, dan mengontrol kadar gula dalam darah.

Itulah enam kandungan nutrisi yang dimiliki oleh pisang.

Dengan memenuhi asupan nutrisi tersebut, tubuh dapat membentuk sistem kekebalan yang kuat sehingga tidak rentan terkena penyakit.

Untuk memperoleh semua manfaat tersebut, penting untuk memperhatikan kualitas pisang yang dipilih. 

Sebelum membeli, periksa kondisi fisik pisang.

Pastikan pisang berada dalam kondisi segar.

Saat menentukan pilihan, pastikan juga pisang berasal dari perkebunan yang dikelola secara baik dan tepercaya.

Salah satu cara mengeceknya adalah dengan memastikan produsen memiliki sertifikasi standar kualitas Global Good Agricultural Practice (GAP) untuk produk buah.

Sebagai informasi, sertifikasi GAP merupakan standar baku perkebunan kelas dunia.

Sertifikasi ini menjamin keamanan pangan buah, mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan pohon dan kebun, hingga proses pascapanen.

Sertifikasi GAP juga memastikan bibit buah yang digunakan berkualitas unggul tanpa praktik rekayasa genetik atau Genetic Modified Organism (GMO).

Buah-buahan hasil panen juga melalui serangkaian proses untuk memastikan kebersihan (higienitas) sebelum didistribusikan ke konsumen.

Untuk menghasilkan buah berkualitas dan aman untuk dikonsumsi, aspek-aspek keamanan pangan tersebut terus diinspeksi secara berkala.

Dengan seluruh proses produksi yang menjamin keamanan serta kualitas buah, pisang dari perkebunan bersertifikasi Global GAP dapat menjadi #PilihanTerpercaya untuk mendapatkan segudang manfaat bagi kesehatan. (*)

Berita lain terkait buah pisang

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved