Upaya Kudeta di Tubuh Partai Demokrat

Meski Surat Tak Dibalas, AHY Sebut Jokowi Tak Tahu Menahu Soal Isu Kudeta, 'Ada Upaya Memecah Belah'

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat periode 2020 - 2025.

Respon Kepala Staf Presiden Moeldoko terkait isu kudeta Partai Demokrat yang dialamatkan padanya mendapat sentilan pedas dari pengamat, Rocky Gerung.

Disebutkannya nama Luhut Binsar Pandjaitan seolah menjadi 'tameng' bagi Moeldoko untuk beralibi.

Rocky Gerung menilai, munculnya nama Luhut dalam isu kudeta yang dilayangkan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY ini dinilai tidak tepat.

Ia menilai, Moeldoko menyebut nama Luhut untuk mencari perlindungan.

Sayangnya, cara yang dipakai Moeldoko ini malah dianggap 'tidak nyambung' oleh Rocky Gerung.

"Pak Moeldoko ini berupaya untuk cari pelindung, tapi caranya itu anakronis, kalau istilahnya," tutur Rocky pada kanal YouTube-nya, Kamis (4/2/2021).

Rocky menuturkan, persoalan pertemuan Moeldoko dengan Luhut merupahan dua hal yang berbeda.

Moeldoko Bingung AHY Surati Jokowi Perihal Kudeta Partai Demokrat : Orang Ngopi Kok Lapor Presiden

Rocky Gerung Tilik Kembali 10 Tahun Kedekatan SBY & Moeldoko di Tengah Isu Kudeta, Kuping Istana

"Bahwa itu persoalan lain dengan maksud yang lain, karena itu jangan terlalu banyak cari-cari alibi Pak Moeldoko," lanjutnya.

"Itu sama seperti orang membandingkan nyolong, sana nyolong."

"Iya, tapi itu nyolong mangga. Lain sama nyolong duren. Baunya beda, ini bau duren bukan bau mangga. Kira-kira begitu," pendapat Rocky.

Rocky Gerung (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

 

Halaman
1234

Berita Populer