Upaya Kudeta di Tubuh Partai Demokrat

Bebas Juni 2020, Nazaruddin Kini Andil Kudeta AHY, Bagi-bagi Uang ke Kader yang Sedia Berkhianat

Editor: Salma Fenty Irlanda
Nazaruddin saat menghadiri KLB Demokrat

Geral kemudian menyebut sosok Nazaruddin yang kemudian memberikannya uang tambahan sebesar Rp 5 juta.

Tak hanya kepada Gerlad, Nazaruddin juga membagi-bagikan uang sebesar Rp 5 juta kepada peserta lain yang protes lantaran tak mendapat besaran uang sesuai yang telah dijanjikan agar hadir di KLB.

"Kami berontak karena tidak sesuai harapan, tiba-tiba dipangil dan ditambahi uang Rp 5 juta oleh bapak M Nazaruddin," tutur Gerald.

Adapun Nazaruddin merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang sempat menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menjadi buron setelah kabur ke luar negeri usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasusĀ  suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan.

Nazaruddin kemudian berhasil ditangkap.

Di persidangan ia divonis bersalah dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet.

Dia juga divonis atas penerimaan gratifikasi dan melakukan pencucian uang.

Dalam kasus korupsi Wisma Atlet, Mahkamah Agung menghukum Nazaruddin 7 tahun penjara dan denda Rp 300 juta, sedangkan dalam kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang, Nazaruddin dihukum 6 tahun penjara dan dipenjara di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Ia kemudian bebas dari Lapas Sukamiskin setelah ditetapkan sebagai justice collaborator oleh KPK.

Halaman
1234