Beredar Surat Lurah di Jombang Minta THR atau Parcel Lebaran ke Pengusaha, Mengelak Pasca-Viral

Editor: Salma Fenty Irlanda
Tangkapan layar surat permintaan bantuan THR/parsel dari salah satu kelurahan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Surat itu beredar di media sosial dan grup WhatsApp, Kamis (29/4/2021) malam.

"Besok kami sampaikan klarifikasi selengkapnya," kata Kislan kepada Kompas.com, Kamis (29/4/2021).

Sedangkan Camat Jombang Muhdlor mengatakan, surat tersebut sudah ditarik dari peredaran, dikutip dari Kompas.com dengan judul "Viral, Foto Surat Lurah di Jombang Minta Pengusaha Berikan THR dan Parsel untuk 16 Anak Buahnya"

"Sudah kami minta untuk ditarik. Sekarang sudah ada yang ditarik dan ada yang sedang ditarik," kata Muhdlor saat dihubungi Kompas.com.

Muhdlor mengatakan, setelah kejadian itu, pihaknya langsung menerbitkan dan mengedarkan surat yang melarang lurah dan kepala desa meminta THR atau parsel kepada pengusaha.

"Sebenarnya sudah kami siapkan sejak beberapa hari kemarin. Tapi, belum sempat beredar, ternyata sudah ada kejadian seperti di Kelurahan Jombatan," ujar Muhdlor.

Dia menegaskan, permintaan bantuan THR atau parsel menjelang Lebaran tidak boleh dilakukan oleh lurah ataupun kepala desa. 

Kasus Serupa, Lurah Tarik Pungli Dicopot Bobby Nasution

Tindakan tegas dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution terhadap seorang lurah yang melakukan pungli kepada masyarakat.

Awalnya, lurah tersebut tidak mengakui perbuatannya, tetapi Bobby menyodorkan bukti foto dan video.

Kemarahannya pun memuncak, ia kecewa atas aksi aparatur pemerintahan yang seharusnya memberikan kemudahan pada masyarakat itu.

Wali Kota Medan Bobby Nasution mencopot Lurah Sidorame Timur Hermanto dan Kepala Seksi Pembangunan Dina Simanjuntak dari jabatannya karena terindikasi melakukan pungli, Jumat (23/4/2021) ((KOMPAS.com/ MEI LEANDHA))
Halaman
1234