Virus Corona

Pemkot Angkat Bicara Soal Korban PHK yang Tidur di Emperan Tanah Abang: Kebanyakan dari Luar Daerah

Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu mengklaim, para tunawisma yang tinggal di GOR Karet Tengsin Tanah Abang rata-rata bukan warga DKI Jakarta.

Editor: Asytari Fauziah
Tangkapan layar dari Youtube Kompas TV
Sejumlah warga memutuskan tidur di emperan toko karena tidak bisa lagi membayar kontrakan. Mereka adalah pegawai toko yang terdampak penutupan tempat usaha akibat corona. 

TRIBUNMATARAM.COM Penyebaran virus corona menyebabkan sebagian orang kehilangan pekerjaan namun tak boleh pulang kampung.

Hal ini menyebabkan mereka terpaksa tidur di emperan toko Tanah Abang.

Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu mengklaim, para tunawisma yang tinggal di GOR Karet Tengsin Tanah Abang rata-rata bukan warga DKI Jakarta.

Mereka kebanyakan berasal dari luar daerah.

Sebelumnya, para tunawisma itu tidur di emperan kawasan Tanah Abang. Petugas kemudian membawa mereka ke GOR Karet Tengsin.

Setelah mengecek satu per satu KTP mereka, mayoritas bukan warga Ibu Kota.

“Kebanyakan warga luar daerah itu (para tunawisma), KTP-nya dari luar Jakarta,” ujar Yassin saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

Tak Miliki Penghasilan karena Corona Hingga Tidur di Emperan Toko & Makan Andalkan Pembagian Sembako

Yassin mengatakan, para tunawisma itu memang sengaja datang ke DKI Jakarta untuk menggelandang selama bulan Ramadhan.

Mereka datang ke Jakarta seminggu sebelum bulan Ramadhan.

Kondisi Gor Karet Tengsin, Benhil yang jadi tempat tingg sementara tunasisma, Sabtu (25/4/2020).
Kondisi Gor Karet Tengsin, Benhil yang jadi tempat tingg sementara tunasisma, Sabtu (25/4/2020). (Dokumen Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu)

“Tiap tahun kan ada itu (tunawisma), mereka sengaja ke Jakarta untuk minta-minta.

Kan donatur Tanah Abang banyak pada kasih sembako, nah mereka nungguin,” kata Yassin.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi menambahkan, para tunawisma ini memanfaatkan bulan Ramadhan untuk mendapatkan keuntungan.

Padahal, menurut dia, para tunawisma ini memiliki rumah masing-masing di kampungnya.

“Jadi yang kami data mereka (tunawisma) 70 persen orang luar daerah 30 persennya warga Jakarta lah. Ini rinciannya masih didata.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved