Breaking News:

Virus Corona

Vaksin Virus Corona dari China Disuntikkan ke 1.620 Relawan, Ini Efek Samping Uji Klinisnya

Unpad bersama BUMN Biofarma akan melakukan melakukan uji klinis calon vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada 1.620 orang.

Editor: Asytari Fauziah
YouTube WGBH News
ilustrasi penemuan vaksin corona 

TRIBUNMATARAM.COM Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama BUMN Biofarma akan melakukan  melakukan uji klinis calon vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada 1.620 orang.

Penelitian akan dilakukan pada awal Agustus 2020 mendatang setelah mendapatkan izin penelitian dari Komite Etik Penelitian Universitas Padjadjaran.

Dokter Eddy Fadliana, selaku Manajer Lapangan Tim Penelitian uji klinis tahap 3 calon Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran mengatakan, meski dinyatakan aman untuk manusia, pada uji klinis fase pertama dan kedua yang telah dilakukan di China,  ada efek samping yang akan ditimbulkan ketika vaksin tersebut disuntikkan kepada manusia.

Pasien Virus Corona di Mataram Kabur dari Ruang Isolasi, Ditangkap Polisi karena Edarkan Narkoba

"Kita berpatokan pada penelitian. Dari penelitian yang dipublikasikan, ada reaksi lokal berupa nyeri di tempat suntikan  20 sampai 25 persen (dari jumlah orang yang menjadi relawan uji klinis fase satu dan dua)," kata Eddy saat konferensi pers di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad Jalan Prof Eyckman, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut Eddy menambahkan, pada uji klinis fase satu dan fase dua, beberapa relawan yang telah disuntik calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Ltd (Sinovac), mengalami radang paru-paru, diare dan penyakit lainnya.

Ilustrasi pembuatan vaksin Covid-19.
Ilustrasi pembuatan vaksin Covid-19. (pxhere)

"Setelah diaudit tidak berhubungan dengan vaksin," ungkapnya.

Virus Corona di Indonesia Tembus 41.431 Kasus, Pemerintah Ingatkan Kebiasaan Baru & Belum Ada Vaksin

Selain itu, dari uji klinis fase satu dan dua, calon vaksin yang dibuat dari virus corona yang dimatikan ini dipastikan tidak menimbulkan penyakit baru.

"Fase satu dan fase dua menunjukan tingkat keamanan cukup tinggi. Pada fase satu dan dua tidak timbul demam, hanya reaksi lokal nyeri di tempat suntikan tadi," jelasnya.

Ketua Tim Penelitian uji Klinis tahap 3 calon Vaksin Covid 19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Profesor Kusnandi Rusmil menambahkan, nyeri bekas suntikan calon vaksin covid-19 tersebut akan hilang dengan sendirinya.

"Nyerinya akan hilang sendiri dalam berapa jam. Yang nyerinya hilang sampai 2 hari paling hanya beberapa orang," tandasnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved