Sederet Akal-akalan Mafia di Bandara Raup Cuan, Palsukan Hasil PCR hingga Alat Rapid Test Bekas

Untuk meraup keuntungan, mafia di bandara nekat melakukan sejumlah kejahatan dan kecurangan.

Kolase TribunStyle
rapid test Ilustrasi 

TRIBUNMATARAM.COM - Adanya berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia tak luput dari akal-akalan sejumlah mafia di bandara.

Untuk meraup keuntungan, mafia di bandara nekat melakukan sejumlah kejahatan dan kecurangan.

Mulai dari pemalsuan hasil tes PCR, upeti lolos karantina, terbaru, penggunaan alat rapid tes bekas.

Berbagai protokol kesehatan yang wajib dijalankan para penumpang pesawat belakangan marak dijadikan bisnis ilegal. Polisi pun membongkar sejumlah aksi dari mafia di bandara.

Demi mengeruk keuntungan pribadi, para mafia di bandara ini menawarkan jasa ilegal untuk memudahkan para pelaku perjalanan terbang ke tempat tujuan tanpa mempertimbangkan dampak negatif saat pemerintah berupaya menekan laju penyebaran Covid-19.

Berikut tiga kasus mafia di bandara yang sejauh ini berhasil diungkapkan pihak kepolisian.

Baca juga: Geger Penggunaan Alat Rapid Tes Bekas di Kualanamu, Dicuci Pakai Air, Polisi Nyamar Berhasil Bongkar

Baca juga: Tarif Rapid Test Antigen Pemerintah Cuma 200 Ribuan, Imbau Rumah Sakit & Klinik Tak Naikkan Harga

Pemalsuan surat hasil tes Covid-19 di Bandara Soetta

Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menangkap satu kompolan berisi 19 orang yang diduga sebagai pelaku pemalsuan surat hasil tes Covid-19.

Pengungkapan para tersangka tersebut ke publik dalam dua periode berbeda.

Sebanyak 15 tersangka dihadirkan oleh pihak kepolisian dalam jumpa pers di Taman Integritas Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1/2021) siang.

Para terduga pelaku adalah MHJ, M alias A, ZAP, DS alias O, U alias B, AA bin T, U alias U, YS, SB, S bin N, S alias C, IS bin IS, CY alias S, RAS, dan PA.

Sebanyak sembilan tersangka ditangkap di sekitar Bandara Soetta pada 7 Januari 2021.

Sedangkan enam pelaku lain diamankan pada tempat dan tanggal yang berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memaparkan, dalang komplotan tersebut adalah DS, mantan relawan validasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta.

DS yang pertama kali membuat surat hasil keterangan tes PCR palsu. Dia mendapatkan format surat untuk dipalsukan itu dari U alias B.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved